atasi resistensi
DUA peneliti mahasiswa UNAIR sedang mengambil isolat bakteri di sebuah Laboratorium di UNAIR. (Foto: Tim PKM-PE)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kasus resistensi antibiotik tengah menjadi sorotan dunia akhir-akhir ini. World Health Organization (WHO) telah melakukan berbagai upaya untuk mengkampanyekan penanggulangan resistensi antibiotik di berbagai negara.

Resistensi antibiotik merupakan suatu kondisi ketika suatu bakteri penyebab penyakit telah kebal terhadap antibiotik tertentu yang harusnya dapat membunuh bakteri terebut. Akibatnya, suatu penyakit menjadi lebih sulit disembuhkan. Disamping itu, penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau disebut penyakit bakterial merupakan penyakit dengan angka kejadian yang tinggi dan kerap kali menimbulkan kerugian besar.

Guna mengurangi kerugian secara ekonomi maupun kesejahteraan manusia, maka perlu dikembangkan alternatif antibiotik –yang selain dapat membunuh bakteri secara efektif juga aman bagi manusia maupun hewan.

Tim PKM-Penelitian Eksakta (PKM-PE) dibawah bimbingan drh. Thohawi El Ziyad P., M.Si., berhasil lolos pendanaan hibah PKM Dikti 2018 dengan judul ”Inovasi Bacteriophage Strain F108 sebagai Drug of Choice Infeksi Pasteurella multocida pada Penyakit Menular Strategis Ayam Potong di Indonesia Solusi Pengganti Antibiotik yang Beresiko Resisten.”

”Salah satu bahan/agen biologis yang saat ini tengah diteliti potensinya dan dikembangkan sebagai alternatif antibiotik adalah Bacteriophage. Bacteriophage ini termasuk salah satu jenis virus yang dapat membunuh bakteri dan sampai saat ini tidak pernah diketahui memiliki kontak reaksi dengan manusia maupun hewan, sehingga aman untuk digunakan sebagai terapi penyakit bakterial pada hewan atau manusia,” kata Anjani Marisa, ketua tim PKMPE ini.

atasi resistensi
DIANTARA ayam yang mengalami pasteurellosis di sebuah kandang peternakan ayam. (Foto: Tim PKM-PE)

Pada tahap penelitian awal ini, tim PKM-PE Universitas Airlangga yang beranggotakan Anjani Marisa Kartikasari, Nadya Amanda Chaerunissa, dan Winda Kusuma Dewi menggunakan bakteriophage Strain F108 untuk melisiskan bakteri Pasteurella multocida tipe A. Bakteri Pasteurella multocida merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit Pasteurellosis pada unggas.

”Kami memilih penyakit ini sebagai objek penelitian karena penyakit ini sering terjadi pada peternakan ayam potong dan menimbulkan kerugian cukup besar akibat penurunan produksi maupun kematian ayam. Selain itu, bakteri ini juga dapat menular ke manusia dan diketahui telah mengalami resistensi terhadap beberapa antibiotic, sehingga perlu adanya upaya penanggulangan yang tepat untuk menekan kerugian,” tambah Winda, anggota tim PKM-PE ini.

Hasil dari penelitian ini yakni mereka berhasil membuktikan bahwa bacteriophage memang dapat membunuh bakteri sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif antibiotik.

”Berdasarkan data yang kami peroleh menggunakan uji statistik univariate, Bacteriophage efektif melisiskan bakteri Pasteurella multocida Type A secara signifikan pada durasi tertentu yakni menit ke-120, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan hingga Bacteriophage ini benar-benar dapat diaplikasikan oleh masyarakat,” tambah Nadya.

Dari penelitian awal itu, diharapkan terdapat pengembangan lanjutan, yakni tersedianya berbagai jenis bacteriophage yang dapat digunakan sebagai alternatif antibiotik penyakit-penyakit bakterial lainnya sehingga kasus resistensi antibiotik dapat teratasi. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone