lebah
SARANG Lebah Apis dorsata yang biasanya dalam dahan yang sangat tinggi. Dengan lotion daun parahulu pemanen madu tidak tersengat lebah. (Foto: Dokumen nara sumber)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Lotion anti nyamuk tersedia di apotik dan toko obat. Namun lotion anti sengatan lebah, sepertinya selama ini belum pernah dijumpai.

Usaha perlebahan yang dipercaya sebagai usaha alternatif pasca penambangan timah dinilai sangat berpotensi ekonomis. Suplai air madu di Bangka Belitung (Babel) hampir semua berasal dari madu liar Apis dorsata, termasuk jenis lebah madu yang liar atau ganas. Letak sarang lebah Apis dorsata pun dapat mencapai ketinggian 40 meter. Hal tersebut adalah kendala tersendiri yang mempengaruhi kestabilan produksi madu.

“Selama ini masyarakat Babel memanen madu atau musung dari lebah Apis dorsata dengan metode pengasapan. Metode ini dapat mengakibatkan pencemaran udara, merusak calon anak (brood), serta menyebabkan lebah tidak mau membuat sarang di tempat yang sama,ujar Kila Nurtjahja, mahasiswa Universitas Airlangga.

Lantas apa solusinya? Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) Universitas Airlangga, yang diketuai Kila Nurtjahya itu, bersama Brilian Ratna Wati dan Zahrotul Jannah, rekannya, mengetengahkan inovasi kreatif yakni: lotion anti-lebah dari minyak atsiri daun parahulu atau disebut puar (Amomum aculeatum).

lebah
UJI coba lotion daun parahulu, lebah tak berani menyengat anggota tubuh yang sudah dilumuri lotion. (Foto: Dok PKM-PE)

Keberhasilan Tim PKM-PE Kila Dkk ini kemudian ditulis dalam proposal berjudul “BLOG (Bees Lotion Guard): Inovasi Lotion Anti Sengatan Lebah Apis dorsata Berbahan Ekstrak Atsiri Daun Parahulu (Amomum aculeatum Roxb”. Mereka bersyukur proposal ini lolos seleksi Dikti dan mendapatkan dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM 2018.

Disebutkan oleh Kila, selaku ketua tim ini, potensi dari tumbuhan daun parahulu (puar) itu sebagai anti-serangga sudah dilaporkan. Namun, disayangkan hingga saat ini tumbuhan anggota suku Zingiberaceae yang tersebar di Malaysia, Jawa dan Sumatera, khususnya Bangka Belitung, belum mendapat banyak perhatian oleh masyarakat.

Dari hasil penelitian, minyak atsiri daun parahulu (puar) oleh Tim PKM-PE Unair dan pengujian pH dan iritasi lotion, serta uji efektivitas lotion dalam menghindari sengatan lebah, diharapkan mampu mengurangi risiko tersengat, apalagi melakukan pemanenan pada ketinggian yang bisa membawa resiko besar.

”Kami berharap dengan adanya lotion ini mampu meningkatkan produksi air madu liar, dan mendorong usaha perlebahan, suatu usaha yang diharapkan mendukung peningkatan pendapatan asli daerah Babel pasca penambangan timah dan juga bagi penduduk Babel,” tambah Kila Nurtjahja berharap. (*)

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone