DELEGASI UKM Bridge UNAIR ketika mendapatkan juara 1 di Asia Pacific Bridge Federation Open Youth Championship 2018’ kategori Yunior U-26. (Dok. Pribadi)
DELEGASI UKM Bridge UNAIR ketika mendapatkan juara 1 di Asia Pacific Bridge Federation Open Youth Championship 2018’ kategori Yunior U-26. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tetap semangat walau tengah libur kuliah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bridge Universitas Airlangga raih juara II dalam event ”Silaturahmi dan Latihan Bersama GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) Jatim”. Prestasi itu berhasil ditorehkan Reza Ramadhan R. dan Fatur R. P. Tepatnya pada Ahad (1/7) di Gedung WTC (World Trade Center) Surabaya.

Reza mengungkapkan bahwa sejauh ini pilihannya pada permainan Bridge merupakan keinginannya sendiri. Menurut dia, permainan Bridge tidak memiliki pola yang mudah ditebak. Itu sangat berbeda dengan yang lain, tak seperti permainan pada umumnya.

“Keberhasilan ini juga merupakan capaian atas kesiapan tim dari latihan sebelumnya,” katanya.

“Kendala waktu lomba, menurutku tidak ada. Ya, kan kita juga harus sudah siap. Sebab, kita juga sudah hampir setiap hari latihannya. Jadi, kita yakin kalau bawa juara,” tambahnya.

Meski demikian, Reza tidak memungkiri adanya beberapa kendala ketika latihan. Misalnya, partner yang tak bisa datang dan sering terdapat miscom.

Jadi, lanjut Reza, masih perlu dilakukan latihan terus. Sebab, sistem yang dipakai juga belum terlalu bagus, masih yang dasar.

“Latihan setiap hari sebelum lomba digunakan untuk membahas cara dan sistem bermain. Intinya, sering latihan supaya feel dengan partner saat lomba didapatkan,” tutur Reza.

Tak hanya menyangkut perlombaan, dalam event berskala regional tersebut, juga digelar silaturahmi. Yakni, melibatkan seluruh atlet bridge yang berdomisili di Surabaya.

“Bukan hanya ajang latihan. Karena tak terpaut jauh dari Idulfitri, event ini menjadi sarana silaturahmi antar-atlet untuk mempererat tali persaudaraan,” katanya.

Setelah event itu, Reza mengakui bahwa masih ada beberapa perlombaan yang akan diikuti. Misalnya, Kejurnas di Batam dan UGM (Universitas Gadjah Mada) Cup. Sekaligus, event tersebut menjadi sarana evaluasi UKM Bridge. Sebab, sembilan perwakilan belum berhasil seluruhnya. Jadi, ke depan capaian yang lebih baik mesti mampu diraih.

“Semoga dari evaluasi ini, UKM Bridge tetap bisa juara dalam setiap kompetisi. Dan, para atlet lebih giat lagi berlatih,” sebutnya. (*)

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone