TIM KKN menggelar briefing sebelum melaksanakan kegiatan babat alas (pembangunan jalan) sepanjang jalan menuju kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo pada Sabtu (7/7). (Foto: Istimewa)
TIM KKN menggelar briefing sebelum melaksanakan kegiatan babat alas (pembangunan jalan) sepanjang jalan menuju kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo pada Sabtu (7/7). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, babat alas (membangun jalan) di sepanjang akses menuju kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo. Kegiatan bersama warga itu digelar pada Sabtu (7/7).

Sejumlah perangkat desa setempat dan komunitas di masyarakat turut hadir dan membantu babat alas tersebut. Di antaranya, babinsa, kepala desa (Kades) dan kepala dusun (Kasun) Pondokasem serta Persen. Juga diikuti komunitas trail motocross. Diawali dengan briefing (pembekalan) bersama Kades Kedungasri di rumah Kasun Pondokasem, babat alas itu dimulai pukul 08.00.

“Tahun ini merupakan tahun kali pertama Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, menjadi salah satu wilayah tujuan kegiatan KKN dari Universitas Airlangga,” ujar Kades Kedungasri Sunaryo.

”Kami sangat senang dengan antusiasme mahasiswa dalam membantu warga di sini,” imbuhnya.

Saat briefing, Sunaryo mengungkapkan bahwa kegiatan pembukaan alur jalan atau babat alas tersebut bertujuan membangun sarana jalan ke hutan Taman Nasional Alas Purwo. Khususnya akses yang langsung menuju Balai Taman Nasional (BTN) Alas Purwo.

“Terbangunnya Jalan ke BTN Alas Purwo ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kedungasri,” katanya.

”Jalan ini dimulai dari ujung timur Dusun Pondok Asem sepanjang 3 km mengikuti alur yang memang khusus dibuat Perhutani. Yakni, ditandai dengan ditanamnya pohon mahoni di sepanjang jalur yang ada,” tambah Sunaryo.

Sementara itu, Babinsa Desa Kedungsari Hasannudin menyatakan bahwa akses menuju BTN Alas Purwo tersebut hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua. Dalam kegiatan itu, pohon mahoni di sepanjang perjalanan diberi tanda untuk mengetahui alur akses yang bakal digunakan.

Diduga, jalur tersebut dibuka karena ada rencana pembukaan taman nasional secara besar-besaran. Terutama demi kelancaran akses menuju BTN Alas Purwo.

“Ke depannya kami berharap pembangunan jalan ini dapat terealisasikan. Dengan begitu, manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ungkap Hasannudin.

Di sisi lain, Ayu Nur Imany, salah seorang anggota tim KKN UNAIR, mengungkapkan bahwa warga sangat berharap instansi-instansi terkait bisa segera melaksanakan pembangunan jalan. Terutama yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan berdampak baik terhadap masyarakat.

”Sebab, atas pembangunan dan pembukaan jalan ini, masyarakat sangat antusias dan menyambut dengan tangan terbuka,” sebutnya. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone