eceng gondok
KEMASAN kertas seni dari enceng gondok. (Foto: Dok PKMK)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Eichhomia crassipes atau Eceng Gondok merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat. Sayangnya, tanaman ini kerap disebut sebagai gulma dalam perairan. Tak banyak masyarakat yang memanfaatkan eceng gondok, sehingga keberadaannya banyak terbuang percuma.

Pemanfaatan Eceng Gondok dapat digunakan menjadi berbagai karya seni yang memiliki nilai jual. Salah satunya kertas seni.

Kertas seni identik dengan warna menarik yang didapat dengan cara sintetis maupun alami. Terkadang, pewarna sintetis dapat menyebabkan efek buruk bagi tubuh khususnya anak anak. Sehingga diperlukan pewarna yang aman dan tidak berbahaya bagi tubuh. Pewarna alami salah satunya didapat dari rumput laut dari jenis Euchemma cottoni.

Kreasi dan inovasi kertas seni berbahan baku Eceng Gondok ini merupakan ide dari lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). PKMK ini diketuai Hidayatul Ilmiyah dengan anggota Siti Nur R. Dewi, Farezza Ferdyna, Tri Wahyuni, dan Dika Aji.

Dibawah bimbingan Rahayu Kusdarwati, Ir., M.Kes., staf pengajar FPK UNAIR, proposal Kertas seni berbahan baku Eceng Gondok ini lolos seleksi dan memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2018.

“Kertas seni berbahan eceng gondok ini dibuat dengan cara direbus dan dilumatkan, kemudian dicetak lalu dikeringkan. Goweed Paper ini kami jual dengan sistim pre-order dengan menghubungi narahubung di 085231365880,” kata Hidayatul Ilmiyah, ketua tim.

Temannya, Siti Nur menambahkan bahwa kertas seni hasil kreasinya ini dijual dengan harga Rp  30.000, dan diharapkan mampu untuk dijadikan sebagai alternatif memenuhi kebutuhan kertas yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia. (*)

Editor: Bambang ES

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone