Aktif mengikuti kompetisi ekonomi Islam, Arinda Dewi Nur menjadi wisudawan berprestasi periode Juli 2018. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mengikuti berbagai ajang kompetisi di berbagai universitas membuat Arinda Dewi Nur Aini, mahasiswa S1 Ekonomi Islam, berkesempatan untuk berbagi pengetahuan serta menggaungkan dakwah ekonomi Islam. Ia tidak menyangka memperoleh predikat wisudawan berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) karena menurutnya terdapat mahasiswa yang jauh lebih aktif dalam mengikuti kompetisi.

“Jujur saya merasa kaget. Bahkan sempat saya kira itu spam call,” tutur perempuan kelahiran 4 Desember 1995 itu.

Dalam beberapa kompetisi, ia berhasi menjuarai Olmpiade Ekonomi Islam Temilreg, National Islamic Economic Olimpiad, Sharia Economic Smart Olympiad, serta finalis berbagai paper competition. Dari kesempatan berkompetisi, ia menyadari bahwa ilmu yang ia peroleh di bangku perkuliahan tidak cukup untuk mengasah softskill dan wawasan dalam bidang yang ia tekuni.

Selama perkuliahan, ia tergolong aktif mengikuti berbagai organisasi. Seperti Association of Sharia Economic Studies, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam, hingga Moslem Student Assciation of Economic and Business Faculty. Menurutnya, tantangan utama adalah membagi waktu antara organisasi, akademik, dan ibadah.

Dalam mengembangkan ekonomi Islam, ia megangkat topic skripsi mengenai akuntansi untuk lembaga wakaf. Ia melihat bahwa belum ada standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), khususnya yang mengatur mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian transaksi wakaf produktif.

“Selama ini, IAI masih mengatur standar akuntansi untuk lembaga zakat. Padahal karakteristik zakat dan wakaf jelas berbeda. Melalui penelitian ini, saya ingin berkontribusi untuk pengembangan wakaf produktif di Indonesia,” terangnya.

“Tujuan perkuliahan tidak semata-mata untuk memperoleh gelar, namun juga menuntut ilmu, mengasah potensi diri dan melatih softskill yang pasti berguna untuk memasuki dunia kerja,” tuturnya.

Ia berpesan, sebagai mahasiswa harus memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan. Mengingat, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenyam bangku perkuliahan. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone