pelet ikan
KEMASAN produk pelet dari ikan sapu-sapu, produksi mahasiswa UNAIR Banyuwangi. Siap di pasarkan. (Foto: Tim PKM-K PULUT)
ShareShare on Facebook15Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peningkatan kepadatan penduduk di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan terhadap bahan pangan. Kegiatan umum yang sering dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia adalah dengan pengembangan bidang pertanian dan budidaya ikan. Sejauh ini, kegiatan usaha budidaya ikan dalam pelaksanaannya memiliki beberapa permasalahan. Salah satunya yang sering dikeluhkan adalah segi mahalnya harga pakan komersial.

Masalah inilah yang kemudian menjadi dasar pemikiran mahasiswa program studi Budidaya Perairan PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi untuk berinovasi membuat suatu produk pakan ikan, home-made dengan harga yang jauh lebih murah tanpa mengurangi kandungan gizinya.

Dari dasar pemikiran itu, dibawah bimbingan Lailatul Lutfiah S.Pi, M.Si, dosen Unair di Banyuwangi, proposal tim ini berhasil lolos seleksi pendanaan Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Judul proposal “PULUT (Pelet Untung dari Ikan Sapu-Sapu dan Ampas Tahu) Produk Inovasi Pakan Ikan Buatan Kaya Protein Yang Ekonomis.”

Tim pelaksana dari PKM-K ini terdiri dari lima mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi, yaitu Yokhebed Tisda Januarista, Rizka Hardianti, Narendra Bagoes Lesmana Putra, Risalatul Khoiriyah, dan Alba Shinta Kumalasari.

pelet ikan
DIANTARA proses pembuatan PULUT dari ikan sapu-sapu, di laboratorium Budidaya perairan UNAIR Banyuwangi. (Foto: Dok PKMK PULUT)

Yokhebed Tisda Januarista, ketua PKM-K itu menjelaskan, timnya memanfaatkan ikan sapu-sapu (Pseudacanthicus serratus) sebagai bahan dasar pelet ikan ini karena ikan tersebut mengandung protein yang tinggi dan jarang dimanfaatkan.

Produk pelet ini mempunyai banyak sekali keunggulan untuk bersaing di pasar, diantaranya yaitu inovasi produk yang cukup unik dan masih baru, untuk pengembangan bidang perikanan, dan memperhatikan tingkat estetika yang baik dengan harga yang lebih terjangkau.

Target utama PULUT adalah semua kalangan pembudidaya ikan, baik skala kecil, menengah dan skala industri. Promosi dan penjualan produk ini bisa melalui sosialisasi kepada masyarakat seperti televisi, radio, koran, majalah, dan sebagainya, juga dapat dilakukan pemasaran secara online melalui media sosial maupun secara langsung (face to face).

”Adanya produk PULUT ini, diharapkan akan membantu mengurangi permasalahan mahalnya produk pelet komersial di pasaran saat ini. Kedepannya produk kami ini akan dipasarkan secara luas dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga kami yakin bahwa PULUT dapat menciptakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan,” pungkas Tisda. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook15Tweet about this on Twitter0Email this to someone