Muhammad Ghufron mendapat predikat wisudawan terbaik jenjang S1 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Memiliki tujuan yang jelas sejak awal masuk program studi yang dipilih”. Itulah prinsip yang mengantarkan Muhammad Ghufron mendapat predikat wisudawan terbaik jenjang S1 di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Airlangga. Wisudawan yang akrab disapa Ghufron itu bertekad dan memiliki tujuan bahwa usai menempuh studi di FPK UNAIR, ia ingin mengembangkan usaha dalam bentuk budidaya lahan tambak.

“Masa SMA dulu punya impian untuk menjadi teknisi tambak yang sukses. Ingin juga dapat membuka lahan tambak sendiri guna membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang sekitar,” jelas Ghufron.

Tentu saja, tambahnya, agar bisa konsisten dan terus termotivasi dalam usaha itu, ia punya target untuk selalu menjadi yang terbaik. Selain itu, motivasinya juga muncul dari pengaruh dan dorongan sosok-sosok yang berpengaruh semasa kuliah.

“Orang tua yang pasti. Dosen Wali juga selalu menyemangati untuk selalu mempertahankan IPK. Terakhir diri sendiri yang pada dasarnya punya ambisi untuk selalu mengusahakan yang terbaik, apalagi untuk akademik,” tuturnya.

Menurut Ghufron, usaha yang terbaik juga harus didukung dengan teman-teman yang mengajak ke arah yang positif. Lingkungan yang positif itulah, membuat Ghufron selalu bijak dalam memanfaatkan waktu selama perkuliahan. Ia mengungkapkan bahwa setiap semester selalu mengikuti kegiatan magang di beberapa instansi di bidang perikanan.

“Pernah magang mulai mengenai kegiatan budidaya di beberapa tambak sampai analisis penyakit ikan, khususnya virus, di laboratorium BKIPM Juanda,” ungkap mahasiswa asli Surabaya itu.

Ia mengaku bahwa magang bukan hanya ingin mendapatkan SKP saja, tapi magang dapat memberi pengalaman kerja dan melatih komunikasi dengan individu-induvidu secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebutlah yang mempermudahnya dalam menyelesaikan skripsi dengan judul ‘Variasi Temporal Kadar Senyawa Amonia dan Nitrit Di Tambak Ekstensif Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur’.

“Skripsi ini membahas tentang fluktuasi kadar amonia dan nitrit tambak disana untuk mengetahui ada tidaknya variasi temporal,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone