Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. memberikan sambutan dalam acara Bromo Conference, Symposium on Natural Products & Biodiversity). (Foto: Alifian Sukma)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya bekerjasama dengan Lembaga Penyakit Tropis UNAIR (ITD), Perhimpunan Peneliti Bahan Alam (PERHIPBA), dan Phytochemical Society of Asia (PSA) menyelenggarakan seminar internasional tentang produk bahan alam dan keanekaragaman hayati (Bromo Conference, Symposium on Natural Products & Biodiversity).

Seminar yang dibuka oleh Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. akan dilaksanakan selama 2 hari (11-12 Juli 2018) di Gedung rektorat Kampus C, Universitas Airlangga, Mulyorejo Surabaya. Konferensi melibatkan narasumber dari 12 negara yang ahli dalam bidang farmakognosi, fitokimia, industri bioteknologi, dan kebijakan pemerintah tentang obat tradisional.

Dalam seminar ini juga dipaparkan hasil-hasil riset yang mengikuti tren perkembangan penelitian produk bahan alam, implementasi dari protokol Nagoya (untuk menjamin kedaulatan Negara, mengatur konservasi pemanfaatan berkelanjutan, dan pembagian keuntungan yang adil dan seimbang), validasi berkelanjutan dalam keanekaragaman hayati, penelitian dalam uji klinis, metabolomik, teknologi fitofarmasi, etnomedisin, bioaktivitas produk bahan alam dengan keahlian dibidangnya.

Seminar yang merupakan ajang pertemuan berbagai pihak, berskala nasional dan internasional ini dirancang untuk memudahkan para ilmuwan dan professional, sekaligus mahasiswa dalam berbagi pengalaman penelitian dan mendiskusikan penelitian mereka dalam suasana internasional melalui presentasi secara lisan atau poster.

“Kita harus kembangkan terus riset produk alami dan biodiversitas sehingga tidak hanya berhenti menjadi penelitian di perpustakaan. Saya berharap dengan seminar ini dapat dihasilkan inovasi baru atau produk baru yang dapat menangani beberapa masalah di bidang farmasi. Saya ingin Unair juga berperan penting lahirkan inovasi baru di bidang itu,” ucap Nasir.

Sementara itu Rektor UNAIR Prof., Dr., Moh. Nasih, SE., MT., CMA., Ak. Mengatakan Selamat datang kepada seluruh peserta konferensi. Ia berharap, event di UNAIR ini dapat menjadi media pertukaran informasi, gagasan, dan ilmu pengetahuan untuk dimanfaatkan umat manusia.

“Riset harus semakin kuat dan berdampak baik pada masyarakat. Konferensi ini untuk memperkuat produk alami dan memperdalam riset biodiversitas di Indonesia dengan mengundang para peneliti internasional dalam bidang tersebut,” terang Nasih.

Dalam kesempatan itu juga, UNAIR melakukan MoU kerjasama dengan PT Konimex bidang riset dan pendidikan. Penandatanganan kerjasama disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir.

Selain kegiatan di atas, para pembicara dan peserta yang berminat dapat mengikuti kegiatan tour ke Gunung Bromo yang akan dilaksanakan pada 13 Juli 2018. (*)

 

Penulis: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone