Wanti (lima dari kiri) berfoto bersama dengan mentor dari Australia dan Fiji disela-sela aktivitas perkuliahan. (Dok. Peribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Usai melangsungkan studi S3 berakhir hingga mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik, Wanti ingin lebih produktif kembali menjadi dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang. Jika sebelumnya hanya fokus pada pembelajaran di kampus, wisudawan terbaik S3 FKM dengan perolehan IPK sebesar 3.92 itu ingin lebih produktif dalam melakukan penelitian, publikasi, juga pengmas.

Selama menjadi mahasiswa S3 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, perempuan kelahiran Semarang, 20 November 1978 itu cukup produktif dalam melakukan penelitian. Tercatat, ada 8 publikasi ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional. Serta, 3 makalah dalam seminar nasional dan internasional. Diakui Wanti, hal itu merupakan prestasi tersendiri selama menempuh studi. Sebagian besar penelitiannya berfokus pada kejadian demam berdarah.

Fokus penelitian Wanti membuatnya menulis disertasi dengan judul Model Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena kegemarannya melakukan penelitian dan menerbitkan makalah pada jurnal itulah, sejak tahun 2016 Wanti menjadi reviewer pada jurnal litbang kesehatan.

Menjadi mahasiswa S3 dengan domisili rumah asal Kupang, diakui Wanti cukup berat. Terlebih, selama menjadi mahasiswa, ia harus rela jauh dari suami dan anak-anaknya. Ditambah, suami yang kerja di UNICEF membuatnya harus bolak balik Surabaya-Kupang untuk menemani anak-anak.

“Seringkali saya hanya bisa menangis di kamar ketika merasakan kangen anak-anak tetapi tidak dapat bertemu,” terang Wanti.

Setelah studi S3 selesai, Wanti ingin mengabdikan diri pada dunia pendidikan –dunia yang telah mengantarkannya hingga posisi saat ini. Sambil menunggu wisuda, sejak Februari 2018 hingga Februari 2019 nanti, Wanti mengikuti workshop Tropical Partners Implementation Research. Kegiatan itu diselenggarakan oleh James Cook University Australia dengan peserta kegiatan dari Indonesia, Timor Leste dan Papua Nugini.

“Semangat dan kesabaran adalah kunci keberhasilan selama menempuh studi S3,” terang Wanti. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone