ICPS
Salah satu pembicara dari Gresik sedang memaparkan keadaan di Kabupaten Gresik. (Foto: M Najib Rahman)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Guna mendukung pemerintah mewujudkan pemerintahan yang bersih, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga adakan International Conference Postgraduate School. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/7), bertempat di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR.

Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., selaku koordinator pada kegiatan tersebut mengatakan kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum.,  dan Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si. Selain itu, turut hadir pula enam pembicara yang berasal dari Malaysia, Nigeria, Tanzania, Rwanda, dan Indonesia.

“Pada kegiatan ini hadir peserta sejumlah 300 peserta dengan rincian 274 sebagai presenter dan 26 sebagai partisipan,” tambahnya.

Dr. Suryani menuturkan, pada kegiatan itu terdapat lima bidang yang dibahas oleh para pembicara. Antara lain life science, police, holt science, econimic, dan social science.

Dr. Suryani juga menambahkan, pemerintahan merupakan fenomena dari implementasi kebijakan dari berbagai organisasi. Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut pembahasan lebih difokuskan pada bagaimana efesiensi dari kebijakan itu didesain dan bagaimana efektifitas kebijakan tersebut ditujukan kepada masyarakat. Sehingga bagian dari kebijakan tersebut adalah banyaknya berbagai macam kebijakan yang akan mendukung pemerintahan yang bersih melalui metode perkembangan inovasi yang didukung oleh teknologi.

“Pembahasan tersebut lebih difokuskan pada pemerintahan karena kita ingin mendukung pemerintah yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih,” tambahnya.

Di UNAIR, lanjut Dr. Suryani, memiliki motto excellence with morality. Yang mana, salah satu tujuannya membentuk generasi-generasi masa depan untuk menjadi pemimpin yang excellence. Tidak hanya excellence dalam ilmu pengetahuan saja tetapi juga excellence moralnya.

“Harapannya ke depan pemerintahan akan lebih maju dan akan lebih bersih,” tambahnya.

Dalam rangka mengembangkan teknologi yang bersih, Dr. Suryani mengungkapkan mendapatkan pendanaan inovasi perguruan tinggi oleh pemerintah. Tak sia-sia, dana tersebut menghasilkan sebuah inovasi yaitu berupa produk dentolizer untuk terapi pada gigi.

“Saat ini kan pemerintah membatasi impor alat-alat kesehatan. Jadi pemerintah berusaha supaya masyarakat terutama di perguruan tinggi menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya acara tersebut, Dr. Suryani berharap agar mahasiswa memiliki motivasi untuk mengembangkan keilmuan yang didukung dengan soft skill yang baik. Yang mana sesuai dengan tema yang diangkat pada acara tersebut yaitu teknologi yang bersih dengan mengembangkan inovasi dengan teknologi yang baik didukung oleh soft skill yang baik.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone