Hikma Rafiah Nadjib, wisudawan terbaik S2 FKM UNAIR periode Juli 2018. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Jeda 10 tahun kuliah tak menghalangi Hikma Rafiah Nadjib untuk terus semangat menyelesaikan studi dengan maksimal. Lulus S1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea, Makassar, pada tahun 2006, hingga diterima S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR tahun 2016, wisudawan yang akrab disapa Hikma itu lulus dengan predikan wisudawan terbaik, dengan perolehan IPK sebesar 3.96.

Hikma, seorang abdi negara di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah satu-satunya mahasiswa perwakilan NTT yang mendapat kesempatan kuliah atas beasiswa PPSDM dari Kementrian Kesehatan RI. Selama studi di UNAIR, ia harus rela meninggalkan anak sulungnya yang ketika itu masih kelas 1 SD. Ia juga memboyong serta anak kedunya yang saat itu masih berusia 5 bulan.

Perempuan kelahiran Palopo, 08 Oktober 1982 itu mengaku, awalnya sempat minder memasuki bangku perkuliahan di FKM UNAIR. 44 mahasiswa lain di kelas rata-rata masih muda. Ia mengaku, juga harus tekun menghafal rumus seperti saat masih SMA.

“Saya tahu saya sudah tidak muda lagi. Saya perlu lebih giat belajar. Saya bertanya, membaca, mencatat dan menonton You Tube tentang mata kuliah,” terang Hikma tentang proses belajar yang ia lalui.

Hasilnya luar biasa. Di semester pertama perkuliahan, Hikma mendapat IPK sempurna 4.00. Dari situ ia semakin yakin dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Perempuan berdarah bugis itu mengaku, dialek bahasa Jawa adalah kendala cukup besar selama ia studi di UNAIR. Sebab, para dosen terkadang menyelipkan istilah-istilah dalam bahasa Jawa yang tidak ia pahami. Namun, seiring berjalannya waktu, ia dapat melakukan penyesuaian.

“Untuk dapat prestasi wisudawan terbaik bukan tujuan saya. Tapi Allah SWT memberikan bonus ini kepada saya. Terima kasih untuk semua guru-guru saya di UNAIR, dosen yang luar biasa,” terang Hikma. “Bersikaplah santun dan rendah hati kepada siapa saja,” tambahnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone