Pulang Pergi Malang-Surabaya, Syahri Jadi Wisudawan Terbaik

UNAIR NEWS – Jarak yang cukup jauh tidak membuat Moch. Syahri malas menimba ilmu di Universitas Airlangga. Perjuangannya pulang pergi dari Malang ke Surabaya kini membuahkan hasil yang membanggakan. Syahri berhasil menjadi wisudawan terbaik S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan IPK 3,69.

Laki-laki pehobi membaca dan berwisata kuliner tersebut bercerita saat kuliah sering ketika ada janji bertemu tiba-tiba dosen membatalkannya. Padahal, Syahri sudah berada di kampus.

“Harus menerima dengan lapang dada dan bersabar mengikuti mengikuti jadwal promotor,” ujarnya.

Mengenai tugas akhir S3-nya, Syahri menulis disertasi berjudul “Jurnalisme Jalan Tengah (Etika Wartawan, Otonomi, dan Praktik Jurnalistik Pers Lokal Malang)”. Tema itu diangkat, ungkap Syahri, karena ada tuduhan kepada pers yang dianggap tidak bisa menjalankan fungsi sosial. Selain itu, dalam era industri, pers tidak bisa dipisahkan dengan kapital.

“Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa pers berusaha menjaga keseimbangan antara tekanan industri dan tuntutan menjalankan fungsi kontrol sosial,” katanya.

Selain itu, tambah Syahri, dalam konteks pers lokal, pemerintah daerah merupakan sumber utama pemasukan media. Karena itu, tugas pers juga menjaga hubungan itu tanpa harus mengorbankan idealisme pers.

”Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana wartawan memaknai etika wartawan pada praktik-praktik jurnalistik di antara tuntutan kepentingan ekonomi, politik, dan idealisme pers,” jelasnya.

Laki-laki kelahiran Malang, 11 November 1971, tersebut menambahkan bahwa selama menempuh studi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dirinya dibebastugaskan sebagai dosen. Hal itu membuat kesibukan utamanya ialah kuliah. Selain itu, Syahri sibuk mengelola Jurnal Imliah “Bahasa dan Seni”.

Kunci menjadi wisudawan terbaik, menurut anak keempat di antara lima bersaudara itu, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memaksimalkan studi. Selain itu mengatur emosi kapan harus gas pol dan kapan harus rehat.

“Jalan-jalan juga jangan lupa untuk melupakan sejenak beban studi. Dan, jadilah mahasiswa yang baik,” tuturnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifai