Virga Dwi Efendi menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Hukum periode Juli 2018 setelah pencapaiannya selama kuliah. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Virga Dwi Efendi, laki-laki kelahiran Banyuwangi 23 tahun silam, berhasil menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Hukum (FH) setelah pencapaiannya selama kuliah. Sejak menempuh pendidikan S1 tahun 2014, hingga lulus tahun 2018, tak kurang dari 14 penghargaan pernah ia raih. Penghargaan itu baik dari dalam maupun luar kampus.

Beberapa penghargaan itu antara lain juara I lomba debat nasional Islamic Medical World 2014, Best Speaker National Debat Competition Law Year, Main Candidate of East Java Representative for The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP), serta Best Project Urbral Shaper – Youth Entrepreneurial Sharing (US-YES).

Selain berprestasi, Virga juga aktif mengikuti organisasi dan menjadi volunteer pengabdian di pelosok Indonesia dengan membawa misi memajukan pendidikan. Beberapa tempat yang pernah dikunjungi adalah Kepulauan Masalembu, Sambelia-Lombok Timur, Bone Bolango-Gorontalo, Muna-Sulawesi Tenggara, dan Robatal-Sampang.

“Selama duduk di bangku kuliah berbagai kegiatan intra dan ekstra kampus pernah saya ikuti,” terang Virga.

Di tingkat fakultas, Virga pernah dimanahi menjadi Direktur Jenderal Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA). Di tingkat universitas, ia tergabung dalam Badan Otonom UNAIR Mengajar. Sementara di luar kampus, ia tergabung dalam Bakti Nusa Surabaya dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Timur.

Saat ini, alumnus SMAN 7 Denpasar itu tengah mempersiapkan diri sebagai perwakilan Jawa Timur dalam SSEAYP yang akan diselenggarakan Oktober – Desember mendatang. Dalam kegiatan itu, ia bersama 27 delegasi dari berbagai provinsi dipercaya untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Momen itu sekaligus dalam rangka membangun hubungan kerjasama dan persahabatan antar 10 negara di ASEAN, dan juga Jepang.

“Saya ingin menekankan pada siapapun itu, dari manapun dia berasal, dan dengan background apapun itu, selama masih ada niat diiringi usaha dan doa yang kuat maka tak ada yang tak mungkin terjadi,” ungkap Virga yang juga penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone