Arviana Irmadella menjadi wisudawan terbaik S1 FISIP dengan IPK 3,77. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Doa dan restu orang tua merupakan hal yang paling utama bagi Arviana Irmadella untuk menyelesaikan studinya dengan sebaik mungkin. Hal itu dibuktikan dengan kesuksesan Arviana menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,77.

“Manajemen waktu juga penting. Karena sedang menjalani kuliah pada dua jurusan, mengatur waktu dengan baik adalah tuntutan bagi saya,” tambahnya.

Perempuan kelahiran Madiun, 7 Juni 1996, tersebut mengutarakan bahwa setelah selesai menempuh kuliah di jurusan Ilmu Administrasi Negara, dirinya saat ini disibukkan dengan studinya di Fakultas Hukum (FH) UNAIR. Arviana masuk di FH pada 2015 atau terpaut setahun setelah dirinya melakukan studi di Ilmu Administrasi Negara.

“Menjalani kuliah pada dua jurusan membuat waktu saya cukup tersita. Itu menuntut saya dapat membagi waktu sebaik mungkin dan mengusahakan hasil yang sebaik-baiknya pada dua studi tersebut,” ungkapnya.

Anak kedua dari dua bersaudara itu menulis skripsi berjudul “Model Kolaborasi Stakeholder dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Bungkul”. Penelitiannya tersebut bertujuan memberikan gambaran yang teperinci dan akurat tentang model kolaborasi stakeholder dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Bungkul.

“Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model kolaborasi stakeholder pengelolaan Taman Bungkul. Di dalamnya terdapat kolaborasi antara DKRTH, instansi pemerintah terkait, PT. Telkom, PDAM, dan masyarakat dengan peran, tugas, serta tanggung jawab masing masing,” jelasnya.

Mahasiswa yang aktif dalam Himpunan Jurusan Ilmu Administrasi Negara tersebut memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Perempuan yang hobi membaca itu berhasil menjadi penerima dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebanyak dua kali. Yakni, penerima dana hibah PKM Penelitian Sosial DIKTI dan PKM Gagasan Tertulis.

“Pengalaman yang menarik saat kuliah adalah ketika kita teman-teman seangkatan jurusan mengadakan kegiatan di luar kuliah seperti outbond, malam keakraban, dan upgrading. Yang tentu tidak akan saya dapatkan ketika tidak kuliah lagi di UNAIR,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone