Ikuti Passion, Nensi Jadi Wisudawan Terbaik

UNAIR NEWS – “Lakukan saja apa yang disuka dan yang menjadi passion”. Begitulah pernyataan tegas saat ditanya tips menjalani studi dari Nensi Kristin Ningsih, mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode Juli 2018. Ia lulus dengan perolehan IPK sebesar 3.70.

Wisudawan kelahiran Surabaya, 9 Mei 1996 itu menambahkan, dalam menjalakan hal yang disukai dan menjadi passion jangan hanya sekadar ikut-ikutan atau hanya ingin mendapatkan pujian semata. Baginya, dalam meraih prestasi mahasiswa harus bertekad dan memiliki niat untuk terus mengembangkan diri dan kemampuan.

“Untuk pujian dan penghargaan itu bonus bagi kerja keras. Jangan takut mencoba hal baru,” tandasnya.

Anak pertama dari 2 bersaudara itu mengusung skripsi berjudul “Analisis Karakteristik Pekerja, Kondisi Fisik Lingkungan, dan Sanitasi Lingkungan dengan Tingkat Dehidrasi (Home Industry Pengasapan Ikan di RW 02, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya)”.

Mengenai alasan mengusung tema itu, wisudawan yang hobi menonton film ini mengatakan bahwa adanya potensi di daerah Kenjeran dalam mengolah ikan laut menjadi beberapa hasil olahan seperti ikan kering, kerupuk ikan, dan ikan asap.

“Namun ketika saya amati, terlihat penjualan ikan asap yang paling diminati dan ramai. Dari situ munculah pertanyaan dalam diri saya. ‘Apakah para penjual ikan asap ini mengolah sendiri ikan asapnya atau membeli?’ Jika memang mengolah sendiri, pasti mereka terpapar oleh ‘sesuatu’ di lingkungan kerjanya,” paparnya.

Dari hasil wawancara dan observasi, akibat paparan panas, pekerja pengasapan ikan memiliki risiko untuk mengalami dehidrasi saat bekerja. Risiko dehidrasi berbeda tiap individu. Tergantung karakteristik masing-masing pekerja.

Mengenai prestasi yang ia raih selama kuliah, Nensi lebih fokus pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Tercatat, gagasanya dan tim dalam PKM pernah dua kali lolos didanai oleh Dikti.

“Prestasi non akademik memang jarang. Kalau PKM pernah 2 kali lolos didanai Dikti,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh