KKN
Mochammad Jalal, S.S., M.Hum., selaku dosen pendamping (Atas Dua dari Kiri) bersama sebagian peserta KKN CERIA. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Upaya internasionalisasi yang dilakukan oleh Universitas Airlangga tidak sekadar meningkatkan mutu pada aspek pengajaran dan riset. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkewajiban mengamalkan tri dharma, upaya internasionalisasi pada aspek pengabdian masyarakat juga terus ditingkatkan.

Kali ini, UNAIR melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) menggagas Kuliah Kerja Nyata (KKN) CERIA dengan melibatkan mahasiswa asing dari berbagai negara. Mengenai hal itu, Mochammad Jalal, S.S., M.Hum., selaku dosen pendamping mengatakan bahwa selain mengenalkan UNAIR pada dunia, program KKN CERIA juga sebagai ajang untuk mempromosikan Indonesia dan tempat yang digunakan untuk KKN.

“Program KKN ini tidak sama dengan KKN BBM yang lainya, KKN CERIA lebih bersifat fun education, sederhana tapi berkesan,” jelasnya.

Menurutnya, selain melakukan pengabdian, program KKN yang diprakarsai oleh LPM dan Airlangga Global Engagement (AGE) itu juga akan mengajak peserta untuk lebih mengenal berbagai destinasi wisata edukasi di Jember.

Selanjutnya, dosen yang akrab disapa Jalal itu mengatakan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan ada sedikit hambatan mengenai lokasi KKN yang tidak sama dengan ekspetasi peserta. Menurutnya, ada beberapa mahasiswa yang masih belum bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.

“Untuk itu kami terus mengupayakan dengan berkomunikasi kepada pihak pejabat setempat,” imbuhnya.

KKN
Peserta KKN CERIA saat bermain dengan anak-anak setempat. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, antusias yang begitu besar dari mahasiswa asing menjadi salah satu motivasi untuk mengembangkan program perdana itu lebih baik ke depannya. Jalal juga berharap bahwa nantinya akan lebih banyak lagi mahasiswa asing yang mengikuti porgram KKN CERIA.

“Dan tentunya saya juga berharap semakin tahun akan terus meningkat, baik dalam pelayanan maupun program-programnya,” tandasnya.

Sementara itu, ditemui pada kesempatan berbeda, Ihsan Idrees, salah satu peserta dari Palestina mengatakan bahwa meski baru pertama kali datang ke Jember, ia sudah tidak asing lagi dengan Jember. Pasalnya, selama di Surabaya ia sudah sering mengetahu berbagai informasi mengenai Jember.

“Ini memang pertama kali saya ke Jember. Sangat senang, karena selain lebih sejuk dan banyak pepohonan, masyarakat tempat kami KKN sangat ramah,” ujarnya.

Pada akhir, ia berharap bahwa selama program KKN Ceria berlangsung nantinya akan ada ikatan antara Palestina dan Jember yang lebih baik lagi.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone