Binti Qorri A’yuni, mahasiswa prodi fisika yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jenjang S1 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. (Dok. Peribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Tujuan utama kuliah yakni menuntut ilmu dan menghilangkan kebodohan, selain itu saya juga ingin membahagiakan orang tua dan bisa menjadi kebanggaan keluarga. Setiap kali malas, saya selalu ingat tujuan saya. Saya bekerja keras karena itu,’’ terang Binti Qorri A’yuni, mahasiswa jurusan fisika angkatan 2014 yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jenjang S1 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga.

Berbekal arahan dari dosen pembimbing, Binti sapaan akrabnya, dengan berani mengambil penelitian bertema Fungtional Exchange Correlation. Hal menarik dari penelitian itu, menurutnya adalah bentuk matematis fungtional exchange correlation masih menjadi penelitian di antara pakar-pakar fisika.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai capainnya menjadi wisudawan terbaik, menurut Binti, semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi mahasiswa terbaik. Peraih IPK 3.87 itu meyakini bahwa kesuksesan datang bukan karena usaha sendiri saja. Namun berkat tuntunan Allah SWT dan kedua orang tua yang mendampingi saat suka dan duka.

“Kuliah merupakan ladang mencari pahala. Jika diniatkan untuk menuntut ilmu dan istiqamah di jalan Allah SWT,’’ ungkap Binti.

Perempuan asal Gresik itu juga membagikan tips menjadi wisudawan terbaik. Menurutnya, setiap langkah yang diambil selalu meminta pertimbangan orang tua. Dukungan dan do’a orang tua, banginya sangat berarti. Binti juga menuturkan bahwa penting untuk mengenali bakat dan minat.

“Kalau bakatnya belajar, belajar dengan sungguh-sungguh. Kalau bakatnya di bidang non-akademik, maksimalkan bakat itu tapi tidak mengesampingkan kuliah, maksudnya porsi di bidang non-akademiknya lebih banyak,’’ papar Binti.

Tips terakhir adalah memperbanyak relasi. Baginya, relasi bisa didapat dengan mengikuti berbagai organisasi, baik dilingkup fakultas maupun universitas.

“Pepatah mengatakan bahwa sahabat bagaikan roda yang terus berputar dan membuat lokomotif itu terus berjalan. Artinya, kehidupan itu tidak didapat dari perjuangan sendiri tetapi pada kebersamaan memikul beban dalam mencapai kesuksesan,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone