KKN
Bupati Jember Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., saat menyampaikan paparan dihadapan tim KKN-BBM UNAIR di Pendopo Kabupaten Jember. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kabupaten Jember menjadi salah satu wilayah yang dituju untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) tahun 2018 Universitas Airlangga. Tercatat, ada 240 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNAIR siap mengabdi di tiga kecamatan. Ialah Kecamatan Rambipuji, Tanggul, dan Bangsalsari. Bukan hanya itu, dalam KKN yang dilangsungkan di Kabupaten Jember tersebut, terdapat 26 mahasiswa asing yang turut belajar mengabdi dalam kegiatan itu. Kesemuanya tergabung dalam program KKN CERIA.

Rombongan tim KKN yang terdiri atas pimpinan dan mahasiswa disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha pada Rabu (4/7). Mewakili pimpinan UNAIR, Dr. Abdul Samik, drh., M.Si., selaku koordinator KKN-BBM UNAIR dalam sambutannya menyatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kerja sama dan penyambutan yang baik dari Pemkab Jember.

Bukan hanya itu, dosen FKH UNAIR tersebut juga menjelaskan berbagai program KKN-BBM yang bakal berlangsung hingga akhir Juli itu. Menurut dia, KKN-BBM di Kabupaten Jember juga berfokus pada penanganan isu-isu terkait TKI.

“Bahkan, kami mengirimkan langsung mahasiswa asing untuk KKN di Jember ini,” tandasnya. “Mereka datang dari berbagai negara,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan pihak UNAIR, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mengatakan bahwa KKN yang dilaksanakan di Kabupaten Jember, sejatinya, bukan sekadar kepentingan mahasiswa. Tapi juga pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jember.

“Kami sungguh terima kasih bisa diberikan kesempatan sebagai tempat terlaksananya KKN Universitas Airlangga,” paparnya.

Selanjutnya, bupati yang juga alumni UNAIR itu tidak lupa memberikan paparan mengenai promosi berbagai wisata di Kabupaten Jember. Bagi dia, KKN di Jember merupakan bagian dari wisata edukasi yang terus dikerjakan Pemkab Jember.

“Selain mengabdi, KKN di Jember bisa belajar apa pun. Baik pertanian, agama, maupun banyak hal,” tuturnya. “Jadi, saya harap mahasiswa KKN bisa menikmati, belajar, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata edukasi,” imbuhnya.

Pada akhir, dia menegaskan bahwa aset terbaik itu yang dimiliki sebuah bangsa adalah SDM. KKN, tandasnya. merupakan salah satu bentuk pengamalan ilmu yang sudah didapat dari bangku kuliah.

“Dan, hidup bersosial itu merupakan bentuk praktik terbaik. Ingat, kita sedang melakukan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, saya percaya bahwa mahasiswa mempunyai idealisme untuk meletakkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone