Atas beragam prestasi yang diraih, Marta Widyawati mendapat predikat sebagai wisudawan berprestasi FIB UNAIR. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Punya prestasi gemilang dan wajah ayu jelita, tidak membuat Marta Widyawati sombong. Mahasiswa Sastra Indonesia itu justru semakin rendah hati. Semangat berkeringat dan terus berjuang senantiasa mengalir untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Potensi itu anugerah,” tutur wisudawan yang akrab disapa Marta itu. “Maka harus kita syukuri dengan cara belajar dan bekerja keras untuk mengembangkan potensi yang dianugerahkan Tuhan,” lanjutnya.

Sementara itu, Marta juga percaya bahwa mengadopsi konsep dalam filosofi Tionghoa, yakni Yin dan Yang dimana sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan pada akhirnya bisa membangun satu sama lain. Dalam konteks itu, imbuhnya, merupakan sebuah penggabungan dengan baik kegiatan kampus yang non-akademik dan akademik.

Tercatat, prestasi yang pernah Marta raih selama kuliah yakni  Juara I Lomba Debat Nasional “Pendidikan Terbuka dalam dalam Konsentrasi Ekonomi untuk Indonesia Berkemajuan” UHAMKA 2016,  Juara 2 Lomba Debat Sosial Politik “PSP DAYS” UNPAD 2016 tingkat Nasional,  Juara 2 Lomba Penulisan Cerpen “Pekan Sastra II” UNM tingkat Nasional, Juara Harapan I Lomba Debat Pangan “Terwujudnya Swasembada Pangan untuk Negeri” 2015 tingkat Nasional, Sepuluh terbaik ECSTATIC Short Story Competition 2015 tingkat Nasional. Pemakalah The 14th Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS), Jepang, 2017 tingkat Internasional, Pemakalah 1stInternational Conference on Local Language (ICLL), Bali, Internasional tingkat Internasional, dan masih segudang prestasi yang lain.

“Semua membuat saya semakin percaya diri,” tandasnya.

Selain prestasi yang diraih dalam kegiatan perlombaan, wisudawan kelahiran 29 Maret 1995 juga mengantongi IPK 3,91. Meski meraih IPK yang baik dan banyak prestasi, Marta berpandangan jangan pernah mengorientasikan lomba  untuk menang.

“Ada hal lain yang lebih utama dari semua itu yakni pengalaman, keberanian, dan evaluasi diri. Dengan banyaknya prestasi yang diukir baik bidang akademik maupun non-akademik kita bisa dapat hal tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone