Program ’Sensory Integration Activity’ Mampu Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak Tunagrahita

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga berhasil menerapkan program Sensory Integration Activity (SINAC) dan mampu meningkatkan kognitif baca tulis pada siswa penyandang tunagrahita, sehingga menunjang peningkatan proses belajarnya. Program itu berhasil dilaksanakan pada siswa inklusi di SDN IV Krebet, Jambon, Kab. Ponorogo.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Krisna Mukti Prabowo, Candra Kusumawati, Victoria Cindy, ketiganya dari Fakultas Psikologi, dan seorang dari FISIP yakni Afni Dwi Indra Pratiwi. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM).

Dibawah bimbingan Rudi Cahyono, S.Psi, M.Psi, Psikolog., dosen Fakultas Psikologi UNAIR, mereka menuliskan dalam proposal berjudul “SINAC (Sensory Integration Activity) sebagai Cognitive Enhancement Model bagi Murid Tunagrahita di SDN IV Krebet Jambon Ponorogo.” Proposal tersebut berhasil lolos seleksi dan memperoleh dana pengembangan dari Kemenristekdikti dalam program PKM 2018.

Menurut Krisna Mukti Prabowo, ketua tim PKMM ini, mayoritas murid penyandang tunagrahita memiliki keterbatasan dalam proses pembelajaran. Hal itu akibat dari gangguan pada fungsi kognitif otak. Gangguan tersebut dapat diminimalisir, walaupun tidak secara menyeluruh, salah satunya melalui metode integrasi sensoris tersebut.

Kebetulan banyak murid tunagrahita, khususnya di sekolah inklusi SDN IV Krebet Jambon di Ponorogo itu, belum mendapatkan pelatihan integrasi sensoris dalam pelatihan yang tepat dan intensitas waktu yang cukup. Hal ini karena sekolah cenderung pragmatis dalam melatih kemampuan kognitif serta kurangnya kompetensi pengajar dalam melaksanakan intervensi khusus bagi anak tunagrahita. Dengan keterbatasan itu maka bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sulit untuk bisa baca tulis secara lancar.

”Berangkat dari permasalahan itulah kami memberikan solusi berupa penerapan program SINAC atau Sensory Integration Activity, yakni aktivitas integrasi sensoris sebagai model dalam peningkatan kemampuan kognitif baca tulis. Pendekatan kami dengan melakukan terapi pada anak yang menunjukan kesulitan belajar dan berperilaku melalui pengorganisasian pengalaman sensoris menjadi satu kesatuan interpretasi,” kata Krisna.

Krisna Dkk mengemas program ini dalam beberapa aktivitas permainan yang dapat melatih kemampuan integrasi visual, auditori, taktil, dan proprioseptif. Misalnya permainan mencocokkan fragmen angka dan huruf, sebagai kegiatan fundamental dalam intervensi kemampuan baca tulis anak tunagrahita.

kognitif
TIM mahasiswa Unair melakukan evaluasi kepada siswa seusai pembelajaran program SINAC. (Foto: Dok PKMM)

Terdapat tujuh aktivitas yang tersebar dalam setiap pertemuan. Aktivitas-aktivitas tersebut dibuat bervariasi, tetapi tetap dengan dasar integrasi sensoris baca tulis untuk meningkatkan ketertarikan anak-anak dalam mengikuti aktivitas.

”Jadi aktivitas kami sengaja untuk dilakukan secara beraneka ragam agar tidak menimbulkan kebosanan bagi para murid,” tambah Krisna.

Berdasarkan hasil pre dan post observasi menunjukkan perkembangan rata-rata kemampuan baca tulis anak-anak tunagrahita dari 69,05% meningkat menjadi 91,67%. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa aktivitas SINAC merupakan sarana efektif meningkatkan kemampuan baca tulis anak tunagrahita jika dibandingkan dengan metode pembelajaran sebelumnya yang tanpa pendampingan.

Selain dapat melatih kemampuan integrasi sensoris untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak tunagrahita, SINAC juga merupakan model pembelajaran yang bertujuan memfasilitasi tenaga pengajar sebagai arahan dalam memberikan perlakuan khusus bagi murid tunagrahita dalam menunjang proses pembelajaran.

Dengan diterapkannya program SINAC ini, tim PKMM Unair ini berharap dapat mengoptimalkan pembelajaran dan pendidikan di sekolah inklusi di Indonesia, khususnya di SDN IV Krebet, Jambon, Ponorogo, dengan menjamin ketepatan metode pembelajaran serta memfasilitasi pembelajaran khusus bagi murid tunagrahita. (*)

Editor : Bambang Bes