Lebaran Berkesan di Negeri Jepang

UNAIR NEWS – Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen untuk setiap muslim yang merantau kembali. Namun, tidak semua muslim bisa menikmati momen tersebut. Ada yang tetap di tanah rantau karena menjadi pelayanan masyarakat, lokasi kerja yang jauh dari kampung halaman, dan adapula yang sedang menempuh studi di luar negeri.

Muhammad Arbian salah satunya. Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, tidak bisa menikmati momen bahagia itu di tengah keluarga lantaran tengah menempuh studi di Negeri Sakura, Jepang.

‘’Saat Idul Fitri seperti ini tentunya rindu dengan keluraga, rindu makan bersama, dan sungkem sama kedua orang tua’’ tutur mahasiswa yang akrab disapa Arbian itu.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa perayaan lebaran di Jepang terbilang cukup meriah. Perayaan lebaran dihiasi dengan ragam kebudayaan masyarakat Islam dari berbagai negara. Masyarakat Timur Tengah misalnya, Arbian mengatakan bahwa para wanita dari Timur Tengah berdandan dengan memakai kostum warna-warni.

“Tangan dan kaki mereka dihiasi henna, tak lupa memakai gelang yang panjangnya bila dipakai bisa sampai siku,” imbuhnya.

Perayaan lebaran, tambahnya, juga diwarnai dengan makan bersama selepas Salat Idul Fitri. Suguhan makanan terasa nikmat karena dihidangkan makanan khas dari berbagai negara.

‘’Variasi makanannya banyak, saya sampai bingung harus makan yang mana. Jadi saya cicip- cicip saja biar merata,’’ ujar Arbian.

Tak lupa, usai salat dan makan bersama, Arbian dan beberapa mahasiswa asal Indonesia lainnya juga melakukan silaturahmi ke orang-orang Indonesia, khususnya mengunjungi mereka yang sudah berkeluarga.

“Saya dan teman-teman bersepeda mengelilingi rumah-rumah, sembari silaturahmi juga ingin mendapatkan makanan, maklum kami mahasiswa yang tidak punya stock makanan di kos,’’ ungkap Arbian.

Pada akhir, Arbian juga menuturkan bahwa suasana Hari Raya Idul Fitri di Indonesia dan Jepang sangat bertolak belakang.

“Tidak seramai di Indonesia, Islam di Jepang termasuk dalam kategori minoritas. Jadi saya harus memahami itu,’’ papar Arbian. Satu kata penutup yang ia utarakan mengenai pengalaman lebaran di luar negeri. “Berkesan!,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan