Sebanyak 50 anak yatim piatu panti asuhan Ashabul Kahfi berkumpul di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Unit Kegiatan Mahasiswa  Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga menggelar serangkaian acara bertajuk Ramadan Mubarak Airlangga (RMA). Kegiatan-kegiatan itu antara lain tarhib Ramadhan, kajian rutin, lomba tahfidz, lomba mewarnai gambar untuk siswa SD, seminar kebangsaan, dan masih banyak kegiatan menarik lainnya. Acara tarhib Ramadan menjadi menarik karena dimeriahkan oleh Sabyan Gambus.

Sebagai penutup RMA, UKMKI menggelar santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jum’at sore (08/06) bertempat di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR. Acara ini bertujuan mengajak masyarakat untuk berbagi kebahagian kepada anak-anak yatim piatu.

Para donatur diberi kebebasan bersedekah berupa uang atau barang. Dana yang terkumpul disalurkan kepada anak-anak panti asuhan dalam bentuk bingkisan yang berisi alat tulis dan makanan ringan. Di akhir acara diadakan buka bersama. Sisa dana dari donatur disumbangkan ke panti asuhan Ashabul Kahfi untuk keperluan operasional.

“Walau sudah umum sekali dilakukan tetapi hal ini perlu diagendakan” ujar Aisyah Wahyu Mufidah, panitia RMA. “Karena dengan acara seperti ini, kita bisa belajar bahwa kebahagiaan harus diciptakan, salah satunya dengan berbagi ke sesame,” tambah mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR angkatan 2015.

Dari kegiatan RMA, Aisyah mengaku banyak belajar. Salah satunya dari kegiatan santunan anak yatim piatu. Ia mengatakan, melihat anak-anak yang tumbuh seorang diri tanpa kehadiran ayah dan ibu membuat hati trenyuh. Anak yatim piatu hanya membayangkan pelukan kasih sayang hangat dari orang yang memiliki belas kasihan kepadanya. Rindu bertemu dengan ayah ibu namun terdiaspora oleh 2 alam yang berbeda.

Aisyah menuturkan perlunya belajar berbagi kepada sesama. Terutama, bersedekah pada bulan Ramadan. Allah SWT sangat memuliakan orang-orang yang bersedekah bahkan menjanjikan balasan yang menakjubkan bagi orang yang gemar bersedekah. Menurut Aisyah, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang tidak terpanggil hatinya untuk bersedekah.

“Bersedekah menurut saya adalah berbagi kebahagiaan. Ada perasaan lega tak ternilai setelah bersedekah. Bersedekah menjadi candu bagi saya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone