yatim piatu
PERWAKILAN Universitas Airlangga, Drs. Junaedi (kanan) menyerahkan santunan ke penghuni Panti Pelajar Muslim Yatim Piatu “Yayasan Permata Insani” Tenggilis Kauman, Kamis (7/8). (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rutinitas santunan kepada anak yatim-piatu dari Universitas Airlangga, yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, masih tetap terjaga. Santunan yang disampaikan pada minggu-minggu akhir setiap Ramadhan, atau kali ini menjelang Hari Raya 1439-H atau 2018 ini, UNAIR menyantuni 1000 anak yatim, piatu, dan atau yatim-piatu dari berbagai panti asuhan di Kota Surabaya.

”Alhamdulillah tahun ini kita masih diberi rejeki oleh Allah SWT sehingg masih bisa berbagi memberikan santunan kepada anak-anak yang berhak menerima, mudah-mudahan mampu membantu memotivasi semangat belajar mereka,” kata Drs. H. Musa, panitia “Santunan Seribu Anak Yatim-Piatu” UNAIR, Kamis (7/6) dalam suatu pertemuan.

Dijelaskan, sejak tahun lalu program berbagi santunan ini, pihak UNAIR tidak mengundang anak-anak panti untuk datang ke UNAIR sebagaimana sebelumnya. Tetapi diganti dengan pihak tim UNAIR yang melakukan “door to door” mendatangi panti ke panti untuk menyerahkan santunan.

”Setelah dipertimbangkan, lebih baik kalau pihak UNAIR yang mendatangi panti mereka, sehingga dirasa lebih praktis tidak mengerahkan anak-anak untuk datang ke UNAIR. Selain persoalan transportasi, cuaca panas juga kasihan anak-anak,” kata Drs. H. Musa.

yatim piatu
WAKIL dari UNAIR, Wuri (kanan), ketika menyerahkan santunan di Yayasan Amanah (Pandugo). (Foto: Bambang Bes)

Dengan demikian kunjungan pengantara santunan itu dilaksanakan mulai hari Rabu (6/6) hingga Jumat (8/6) hari terakhir kerja sebelum libur Hari Raya. Diantara panti yang dikunjungi tersebut antara lain PA Ashabul Kahfi (Mulyorejo), PA Tunas Yatim (Kedung Sroko), Yayasan Amanah (Pandugo), Panti Pelajar Muslim Yatim Piatu “Yayasan Permata Insani” (Tenggilis Kauman), PA Muhammadiyah (Gresikan) dan PA Muhammadiyah (Medokan Ayu), PA Yatim dan Dhuafa Ibnu Shina (Gubeng Kertajaya), Yayasan Citra Fajar Mandiri (Bronggalan Sawah), PA Hidayatul Umah, PA “Diponegoro” Balongsari, PA Ulil Albab Tandes, dsb.

Jumlah yang menerima santunan tidak sama, antara 20 paket hingga 60 paket, bergantung banyak-sedikitnya jumlah anak yang diasuh. Santunan ini diwujudkan uang tunai, dimaksud agar bisa didayagunakan secara fleksibel. Selain itu, juga terdapat puluhan anak yatim dan atau piatu mandiri, artinya tidak tinggal di panti asuhan. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).