Di Kompetisi Debat, Mahasiswa FH Kembali Torehkan Prestasi

UNAIR NEWS – Jika ada pepatah yang mengatakan ”Usaha tidak akan menghianati hasil”, rasanya itu sangat tepat ditujukan kepada para mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga ini. Mereka berhasil meraih runner-up dalam kompetisi debat nasional yang diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci pada Rabu–Juma’at (23–25/5).

Berbagai persiapan telah dilakukan para delegasi Badan Semi Otonom (BSO)  Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) dalam kurun waktu yang terbilang singkat, yakni hanya tiga minggu. Mulai membangun argumen antara pro dan kontra untuk setiap mosi yang diperlombakan hingga menjalani latihan rutin pada sela-sela jadwal kuliah dan berusaha membagi waktu antara mengerjakan tugas kuliah serta persiapan kompetisi.

“Kami melakukan persiapan kurang lebih tiga minggu. Sebab, sebelumnya kami juga menyelenggarakan lomba debat nasional. Yakni, Airlangga Law Compettion 2018. Beberapa delegasi juga baru mengikuti kompetisi lain,” ujar Ketua Delegasi Widy.

”Seperti saya dan Xavier yang sebelumnya mengikuti debat Mahkamah Konstitusi pada bulan Mei lalu,” imbuhnya.

Delegasi yang berangkat terbagi menjadi dua tim. Yakni, tim speaker dan tim research. Tim speaker diisi Widyanti Wibowo, Xavier Nughraha, dan Krisna, sedangkan research Safira Ramadanty dan Nina Amelia.

Widy, mahasiswa semester VI tersebut, mengaku bangga atas kemenangan timnya kali ini. Mengingat persiapan timnya yang sangat terbatas. Meski demikian, delegasi FH mampu memperoleh peringkat pada kompetisi yang diikuti berbagai Perguan Tinggi. Di antaranya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, dan Universitas Syarif Hidayatullah.

”Babak penyisihan kami melawan Universitas Negeri Jember dan Universitas Indonesia. Dalam dua kali babak penyisihan, kami memenangkan masing-masing 3-0 untuk victory poinnya. Kemudian, babak semifinal, kami melawan Universitas Padjajaran dengan mosi penerapan leniency program dalam hukum persaingan di Indonesia. Kami mendapatkan victory poin 2:1. Di final, kami melawan Universitas Diponegoro dengan mosi pengesahan revisi UU Ekonomi Kreatif,” tuturnya. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifai