Alokasikan Dana Sosial, Puspas UNAIR Terbitkan 4 Program

 UNAIR NEWS – Sebagai tindak lanjut agenda sebelumnya pada Rabu (31/5/2018), Pusat Pengelolaan Dana Sosial (Puspas) Universitas Airlangga melakukan alokasi dana sosial menjelang Ramadhan berakhir, tepatnya pada Jum’at (8/6/2018). Yakni, melakukan penyerahan dana bantuan kepada penerima manfaat.

Penyerahan dana itu terwadahi dalam empat program yang diterbitkan. Yakni, Program bantuan kepada tenaga keamanan UNAIR; Drs. Ec. Hariyanto Basoeni Education Scholarship; Program Desa Gemilang; dan Program Beasiswa Gemilang. Penyerahan secara simbolis oleh Drs.Ec. Hariyanto Basoeni selaku pemberi bantuan, Direktur Kemahasiswaan Dr., M. Hadi Shubhan S.H., M.H., C.N.; Direktur Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UNAIR Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, M.Com.; dan Sekretaris UNAIR Drs. Koko Srimulyo, M.Si., menandai penerbitan empat program itu.

Ketua Puspas UNAIR Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si., seusai acara menjelaskan bahwa Puspas UNAIR pertama mengelar penyerahan sedekah dari Bapak Drs. Ec. Hariyanto Basoeni kepada 88 tenaga keamanan di UNAIR. Juga, lanjut dia, diserahkan sumbangan untuk Dana Amerta Airlangga yang merupakan Dana Abadi UNAIR.

”Agenda lainnya adalah penyaluran secara simbolis dana Puspas UNAIR yang bersinergi dengan LAZNAZ Al Azhar untuk Program Desa Gemilang dan Beasiswa Gemilang,” ujarnya.

Agenda penyaluran untuk program Desa Gemilang dan Beasiswa Gemilang, lanjut Dr. Tika, merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU antara UNAIR dan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Azhar beberapa waktu lalu. Selain itu, sinergi yang tercipta antara UNAIR dengan LAZNAS Al Azhar menjadi bukti pemberdayaan atau pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu tidak identik dengan mengentaskan kemiskinan. Namun, juga diperlukan program-program yang terukur, komprehensif, dan berkelanjutan.

“Termasuk butuh sinergi dari berbagai pihak,” tuturnya. ”Salah satunya, antara pihak akademis (UNAIR, Red) dengan civil society seperti LAZNAS Al Azhar,” tambahnya.

Dr. Tika mengungkapkan, Program Desa Gemilang diharapkan mampu memberikan kemanfaatan yang luas untuk pemberdayaan masyarakat perdesaan secara komprehensif. Khususnya untuk menangani permasalahan di empat sektor. Yakni, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan yang berbasis kearifan lokal. Caranya adalah pendampingan secara berkesinambungan.

Selain itu, program desa turut dapat mendukung Tri Dharma UNAIR melalui aspek pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, Program Beasiswa Gemilang juga diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya mahasiswa yang menempuh pendidikan di UNAIR, misalnya mereka yang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang juga hadir dalam acara itu.

Di sisi lain, Drs. Ec. Hariyanto yang juga Ketua Ikatan Alumni UNAIR IKA UA) menyatakan bahwa UNAIR sebenarnya memiliki potensi yang besar. Namun, tak sedikit yang belum begitu mengetahui terkait dengan Puspas UNAIR. Dia berharap Puspas mampu berkembang lebih besar ke depan. Yang tentu, lanjut dia, hal itu mampu membantu UNAIR utamanya dalam upaya mengatasi permasalahan sosial kampus, juga luar. Termasuk menyokong UNAIR menuju kampus kelas dunia. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria Rifai