KKN
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Konferensi dan kompetisi atau berbagai kegiatan akademik di tingat dunia sudah menjadi hal yang tidak asing bagi mahasiswa Universitas Airlangga. Hal itu terbukti dengan banyaknya mahasiswa  yang terlibat aktif dalam kegiatan bergengsi yang dilaksanakan oleh kampus maupun lembaga asing di berbagai belahan dunia.

Untuk memberikan apresiasi dari upaya serta usaha mahasiswa yang telah berjuang membawa nama baik alamamater di kancah dunia, Rektor UNAIR melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UNAIR memberikan salah satu kebijakan yang sangat tepat, yakni menilai kegiatan ke luar negeri tersebut setara dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Jadi, bagi mahasiswa yang pernah mengikuti konferensi ataupun kompetisi di luar negeri kami anggap sudah melaksanakan KKN,” tutur  Ketua LPM UNAIR Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com kepada UNAIR NEWS.

Menurutnya, upaya mengikuti berbagai kegiatan akademik di luar negeri seperti konferensi dan kompetisi bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, bagi Guru Besar FISIP UNAIR tersebut, upaya dan usaha mahasiswa yang telah melakukan beragam kegiatan akademik di luar negeri dinilai setara dengan melakukan kegiatan KKN.

“Mengikuti konferensi dan kompetisi di luar negeri itu tidak mudah. Prosesnya juga panjang. Selain itu, dengan apresiasi ini, biar mahasiswa yang lain juga ikut terpancing untuk meningkatkan student outbond mobility,” imbuhnya.

Namun, tambah Prof. Jusuf, meski mahasiswa yang mengikuti konferensi dan kompetisi di luar negeri sudah dinilai mengikuti KKN, tetap bisa melaksanakan KKN-BBM seperti biasa.

“Mereka yang sudah dinilai KKN itu tetap bisa mengikuti KKN-BBM seperti biasanya. Jika menginginkan,” terangnya. “Jika pun tidak, ya tidak apa-apa,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone