KKN
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai agen perubahan, mahasiswa sangat dinanti perannya untuk memberikan perubahan yang lebih baik bagi wajah dan peradaban bangsa. Terlebih, untuk memberikan perubahan dan sumbangsih yang nyata kepada daerah asal.

Untuk itu, melalui peraturan Rektor UNAIR, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UNAIR menyusun program KKN Back to Village. KKN yang akan dilaksanakan pada libur semester genap tahun ini tersebut, menurut  Ketua LPM UNAIR Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., merupakan salah satu program baru yang bertujuan untuk memberikan akses kepada mahasiswa dalam mengembangkan daerah asalnya.

“Mereka (mahasiswa, red) yang dari daerah kami beri kesempatan untuk mengembangkan daerahnya melalui KKN Back to Village ini,” ungkapnya.

Guru Besar yang akrab disapa Prof. Jusuf itu juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaanya, KKN Back to Village tidak jauh beda dengan KKN-BBM seperti yang sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Hanya saja, tambahnya, KKN Back to Village dilakukan oleh putra daerah dengan beberapa rekan satu angkatan yang memiliki satu tujuan.

“Jadi mereka (mahasiswa, red) juga berkelompok, tidak sendirian,” tandasnya.

Mengenai mekanisme pelaksanaan KKN Back to Village, Prof. Jusuf mengatakan bahwa mahasiswa harus mengajukan proposal terlebih dahulu ke LPM UNAIR. Dari proposal itu, tambahnya, mahasiswa akan diberikan beberapa bekal wawasan untuk mengembangkan daerah asal.

“Mahasiswa yang akan mengikuti KKN Back to Village, terlebih dahulu laporan ke LPM. Baru nanti kami beri arahan dan bekal agar KKN Back to Village bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone