Seluruh Institusi Pendidikan Segera Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KTR
Pematahan batang rokok sebagai simbolisasi Kawasan Tanpa Rokok yang Dirindukan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa PKIP (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku) 2018 FKM UNAIR menggagas projek “KTR yang Dirindukan’’. Hal itu sebagai tugas mata kuliah pengembangan promosi kesehatan. Berisi diskusi terbuka, penandatanganan deklarasi, serta pernyataan sikap dari mahasiswa perwakilan universitas negeri se-Surabaya terkait penerapan KTR, acara itu dilatarbelakangi oleh Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2008 yang menetapkan kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas rokok.

Acara yang dibuka pada pukul tiga sore tersebut bertempat di depan Gedung Rektorat Kampus C UNAIR (25/05). Acara dihadiri oleh empat perwakilan Universitas Negeri di Surabaya yakni Unesa, UPN, ITS, dan UNAIR sebagai tuan rumah.

Prasita Ayu Widyaningtyas selaku Mahasiswa PKIP 2018 FKM UNAIR mengatakan bahwa peserta KTR direncanakan sebanyak 150 orang dengan mengundang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari setiap kampus dan sisanya adalah pengunjung danau. Di akhir acara Mahasiswa PKIP menyajikan takjil untuk hidangan buka puasa.

“Dilakukan penyebaran kuisioner sebelum hari-H. Hal ini berguna untuk mengetahui tingkat pengetahuan sikap dan tindakan responden mengenai pentingnya KTR. Bersadarkan survey yang dilakukan,  44 % responden mengaku sudah menerapakan dan mendukung KTR di institusi pendidikannya,” ujarnya.

Selain itu, acara juga diisi talkshow dengan tema bahasan ‘’Membangun Kesadaran Mahasiswa Terhadap Pentingnya Pengimplementasian Kawasan Tanpa Rokok Kawasan Kampus (Institusi Pendidikan)’’. Talkshow dipandu oleh moderator dan mengundang 2 pemateri, salah satu merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Departemen Epidemiologi Kurnia Dwi Artanti (dr.,M.Sc.).

“Saya rasa KTR perlu diterapkan di seluruh institusi pendidikan agar tercipta suasana nyaman di lingkungan tersebut. Supaya kegiatan pembelajaran tidak terganggu oleh asap rokok,’’ tambah Prasita, sapaan akrabnya.

Pada akhir, ia mengatakan bahwa dari segi pengetahuan, rata-rata mahasiswa sadar bahwa perda harus diterapkan.

“Mahasiswa setuju KTR ada karena perlu peningkatan derajat kesehatan. Dan saya berharap semoga seluruh mahasiswa khususnya di 4 perguruan tinggi ini bisa aware terhadap problematika asap rokok dan KTR bisa diterapkan di seluruh institusi pendidikan,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu