KKN
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Langkah Universitas Airlangga untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat yang excellence terus dilakukan. Kali ini, melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), UNAIR menggandeng Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), melakukan KKN-BBM Tematik untuk memberikan edukasi kepada calon TKI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LPM UNAIR Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., mengatakan bahwa pada KKN-BBM Tematik ke-58 kali ini, mahasiswa yang dilibatkan pada program tersebut akan diterjunkan di tiga daerah, yakni Banyuwangi, Jember dan Lamongan.

“Memang sengaja kami fokuskan di daerah yang menjadi kantong-kantong TKI di Jawa Timur,” tandasnya.

BNP2TKI
Kepala Deputi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Teguh Hendro Cahyono. (Foto: Nuri Hermawan)

Menanggapi pernyataan Prof. Jusuf, Kepala Deputi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Teguh Hendro Cahyono mengatakan bahwa pihaknya sangat membutuhkan peran dunia akademisi untuk turut serta memberikan wawasan dan pengetahuan kepada TKI. Baik yang sudah punya pengalaman ataupun yang akan berangkat.

“Ini memang menjadi tugas kita bersama untuk turut serta memberikan wawasan kepada mereka (TKI, red). Agar kesalahan yang terjadi tidak terulang atau tidak dirasakan oleh TKI yang lain nantinya,” ucap Teguh saat dijumpai di ruang LPM UNAIR.

Selain itu, menurut Teguh ada 20 desa di tiga wilayah yang menjadi kantong TKI di Jatim. Dengan menggandeng dan melibatkan mahasiswa UNAIR, ke depannya, ia berharap bahwa calon TKI yang akan ke luar negeri bisa memiliki wawasaan yang baik.

“Jadi biar calon TKI ini memiliki bekal yang baik untuk bekerja di luar negeri,” imbuhnya.

Pada akhir, Teguh juga mengungkapkan bahwa dengan keterlibatan mahasiswa UNAIR dalam program tersebut dirasa sangat efektif. Mengingat hal itu nantinya juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat.

“Selain itu, dengan keterlibatan mahasiswa dalam hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian aparat pemerintah dan keluarga calon TKI,” jelasnya. “Karena, fakta di lapangan sering ditemukan aparat dan keluarga tidak tahu pekerjaan dan negara tujuan calon TKI,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone