DIREKTUR Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., (kanan) menyerahkan beasiswa kepada perwakilan sekolah dasar (SD) di lingkungan kampu Unversitas Airlangga, Senin (21/5). (Foto: Feri Fenoria Rifai)
DIREKTUR Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., (kanan) menyerahkan beasiswa kepada perwakilan sekolah dasar (SD) di lingkungan kampu Unversitas Airlangga, Senin (21/5). (Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setiap tahun secara rutin Universitas Airlangga memberikan beasiswa kepada siswa sekolah dasar (SD) di sekitar kampus. Begitu juga tahun ini. Pada 2018, beasiswa itu diberikan kepada 210 siswa dari sembilan SD di sekitar kampus UNAIR.

Pemberian beasiswa tersebut berlangsung pada Senin (21/5).  Hadir dalam pemberian itu Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., beserta staf, perwakilan UPTD Surabaya, dan kepala sekolah atau wakil dari SD yang mendapat beasiswa. Sembilan SD itu, antara lain, SDN Kalijudan I; SDN Mulyorejo I; SDN Manyar Sabrangan II; SDN Kalisari I; SDN Kalisari II; SDN Kejawan Putih I; SDN Sutorejo I; SD hidayatul Ummah; dan SD Al-Huda.

“Beasiswa ini dari UNAIR, merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar kampus A, B, maupun C. Kami memberikan bantaun atau beasiswa untuk SD negeri dan sedikit SD swasta yang kurang mampu,” ujar Dr. Hadi.

Atas beasiswa tersebut, rata-rata setiap sekolah memiliki 22 siswa yang memperoleh beasiswa. Perinciannya, beasiswa mencapai Rp. 400.000. Dr. Hadi menambahkan bahwa beasiswa yang diberikan adalah untuk golongan tidak mampu, tidak terbatas pada siswa yang berprestasi. Sebab, lanjut dia, wajib belajar sembilan tahun berlaku bagi semua lapisan masyarakat, tak peduli pintar atau tidak.

“Beasiswa ini tidak dikaitkan dengan prestasi. Tujuan kami adalah membantu masyarakat miskin. Di samping itu, wajib belajar kan SD sampai SMP. Pintar nggak pintar mereka harus lulus SD sampai SMP,” ungkapnya.

Kritreria pemeroleh beasiswa tersebut adalah siswa yang berasal dari keluarkan kurang mampu secara ekonomi. Beberapa dari orang tua berprofesai sebagai wiraswasta, karyawan swasta, security, tukang parkir, sopir, tukang las, juga buruh harian lepas. Pemanfaatan beasiswa itu, tutur Hadi, diserahkan sepenuhnya kepada penerima.

Selain beasiswa kepada siswa SD, menurut dosen Fakultas Hukum UNAIR itu, bantuan lain yang diberikan UNAIR kepada masyarakat adalah untuk para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kecamatan Mulyosari. Bantuan tersebut berupa uang tunai senilai 5 juta per warung. Pada 2017, bantuan itu diberikan kepada masyakat kurang mampu sebanyak 12 warung.

Sementara itu, Sucak selaku staf UPTD wilayah II Kota Surabaya mengungkapkan terima kasih atas beasiswa yang diberikan UNAIR. Sebab, menurut dia, pada 2018, dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan pemerintah untuk sekolah belum cair. Karena itu, beasiswa tersebut cukup membantu siswa yang membutuhkan biaya untuk keberlangsungan pendidikan di sekolah mereka.

“Terima kasih kepada pihak UNAIR atas beasiswa ini. Akan sangat membantu. Sebab, dana BOS dari pemerintah pada triwulan kedua ini belum juga cair,” tuturnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone