Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Hadirnya kegiatan Abdi Desa yang dilakukan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  tersebut disambut baik oleh warga setempat. Salah satunya disambut baik oleh Widji selaku Kepala Dusun Kedungdendeng. Baginya, acara itu sangat bermanfaat bagi warga Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Dalam bidang ekonomi sendiri, masyarakat di daerah tersebut hanya berpenghasilan dari sektor pertanian. Pada survei pertama di bulan Mei, tim Abdi Desa BEM FEB telah mengadakan budidaya tumbuhan hydroponic seperti pepaya dan jeruk yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya bimbingan dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini kami telah menjadi terarah dan kedepan hasilnya akan bisa dirasakan,” terangnya.

Abdi Desa
Salah satu warga tengah melakukan kegiatan pertanian. (Foto: Istimewa)

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang cara penanam tanaman hidroponik di rumah Widji. Kegiatan tersebut merupakan salah satu antusias warga dalam meningkatkan perekonomian dan berbagi informasi tentang pertanian. Karena perekonomian menjadi hal utama untuk melanjutkan kehidupan yang semakin layak mengikuti zamannya.

“Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan sumber daya, baik alam maupun manusia. Dengan adanya pemberdayaan pada sektor pertanian diharapkan bisa mendapatkan feedback yang bermanfaat bagi masyarakat. Terutama, dalam meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran,” ujar Agil selaku ketua Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB.

Dalam pengabdian bidang ekonomi, jelasnya bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada, tetapi tidak hanya menggali sumber daya manusia. Kegiatan itu juga diharapkan bisa mengembangkan sumber daya alam. Terutama dalam sektor pertanian itu sendiri.

“Meski demikian, program ini juga mengalami beberapa permasalahan tentunya. Salah satu permasalahan yang dialami yaitu akses jalan yang sulit. Utamanya cara menurunkan hasil panen ke dusun bawah atau keluar Dusun Kedungdendeng,” imbuhnya.

Kendala yang dialami masih ada lagi yang dianggap berat. Kurang pengetahuan masyarakat disana mengenai cara menanam dan merawat tanaman jeruk atau pepaya yang telah panitia Abdi Desa berikan dengan baik dan benar.

“Untuk itu, pihak Abdi Desa sendiri rencananya akan membawa rencana pembangunan jalan ke DPRD setempat. Karena dengan akses jalan yang yang layak akan meningkatkan perekonomian juga,” pungkasnya.

Penulis: Rolista Dwi Oktaviani

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone