KUM
Soetrisno Bachir ketika memaparkan materi di hadapan ratusan peserta. (Foto: M. Najib Rahman)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Indonesia termasuk negara berkembang dengan penduduk terbesar nomor empat di dunia. Hal itu tentu menimbulkan berbagai masalah sosial. Salah satu cara untuk mengurangi masalah sosial tersebut bisa diatasi melalui ekonomi dengan terciptanya banyak pengusaha di negara ini.

Oleh karena itu, untuk menciptakan wirausahawan yang berhasil Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kuliah umum “Mendorong Kewirausahaan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Nasional.” Hadir sebagai pembicara ialah Soetrisno Bachir Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Acara tersebut diadakan di Aula Fadjar Notonegoro FEB UNAIR pada Selasa, (22/5).

Dalam kesempatan itu, Dekan FEB UNAIR, Prof.Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., CMA, CA, mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Soetrisno Bachir. Prof. Dian berharap nantinya lulusan UNAIR tidak hanya mampu menjadi pegawai negeri sipil tapi juga mampu menjadi pengusaha yang sukses.

“Mahasiswa silahkan bertanya kepada beliau yang ilmunya tidak diragukan lagi agar menjadi pengusaha yang baik. Dan saya berharap bukan ini kunjungan terakhir Pak Soetrisno, tapi bisa berlanjut karena animo mahasiswa yang tinggi,” tambahnya.

Di hadapan 700 mahasiswa, Soetrisno Bachir mengutarakan rasa gembira dan terharu karena animo mahasiswa yang tinggi. Menurutnya, tesis yang menunjukkan bahwa wirausahwan di Indonesia masih sangat kurang terbantahkan saat itu.

“Hari ini tesis yang menunjukkan bahwa kekurangan wirausahawan terbantahkan, khusunya di UNAIR,” ucapnya.

Lebih lanjut, Soetrisno mengatakan bahwa pengusaha pemula harus mengetahui bahwa peradaban bangsa terjadi harus memiliki lima syarat. Antara lain nilai spiritualitas, nilai entrepreneurship, nilai tata krama atau profesionalisme, nilai menguasai teknologi, dan mengetahui persoalan dunia.

“Pada kesempatan ini kita akan membahas nilai yang kedua yaitu nilai entrepreneurship,” tambahnya.

Soetrisno menambahkan, seorang pengusaha ialah lokomotif dari suatu pergerakan masyarakat. Hal itu karena seorang pengusaha pasti memiliki sifat kepemimpinan. Yang kemudian akan memimpin orang di sekitarnya agar lebih baik.

“Oleh karena itu, dengan pengusaha kesenjangan ekonomi bisa teratasi,” tambahnya.

Menurut Soetrisno, pengusaha lahir dari tiga tempat. Yang pertama adalah lahir dari keturunan, yang kedua lahir dari lingkungan, dan yang ketiga lahir dari proses belajar mengenai ilmu bisnis.

“Kita belajar entrepeneurship jangan berdasarkan teori saja, tapi semaksimal mungkin belajar dengan praktek,” tambah laki-laki kelahiran Pekalongan tersebut.

Selain itu, menurutnya, seorang pengusaha juga harus memiliki mindset atau pola pikir untuk kedepannya. Keseriusan dalam berusaha juga sangat penting. Serta mental yang kuat harus dimiliki seorang pengusaha.

“Jadi pengusaha besar perlu waktu tahunan, milikilah mindset untuk sukses beberapa tahun ke depan. Jadi pengusaha harus serius jangan by accident dan yang terpenting harus memiliki mental yang kuat,” pungkasnya.

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone