RSUA
Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ibadah puasa di Bulan Ramadhan menjadi salah satu perintah Allah SWT yang diwajibkan untuk orang-orang yang beriman. Dibalik perintah Allah SWT yang bertujuan untuk mengantarkan orang beriman pada derajat taqwa, puasa juga memiliki makna, manfaat, dan keutamaan yang besar bagi yang menjalaninya. Baik manfaat secara jasmani maupun rohani.

Pada petengahan Mei lalu, kepada UNAIR NEWS, Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM., berkesempatan memberikan paparan mengenai manfaat dan keutamaan puasa yang ditinjau dari kacamata dunia kedokteran.

Menurut Prof. Nasron puasa khusunya di Bulan Ramadhan menjadi suatu perintah yang diwajibkan bagi orang-orang beriman. Hal itu sesuai perintah-Nya di dalam al Quran Surat al Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut, tambahnya, sudah jelas bahwa puasa yang semata diniatkan untuk Allah memiliki tujuan yang sangat besar, yakni untuk mendapat derajat  ketaqwaan.

Berbicara mengenai manfaat puasa, jika dilihat dari dunia kedokteran, puasa itu sangat bagus. Prof. Nasron mengatakan bahwa puasa akan memberikan perubahan dan tubuh akan mengalami penyesuaian. Baik dalam segi fisik maupun psikologis.

“Dalam psikis manusia minimal ada tiga lini yang berubah. Yakni metabolisme akan berjalan sedikit melamban, hormonal aktivitasnya akan sedikit melemah, dan imunologis akan cenderung meningkat,” jelasnya.

Prof. Nasron menambahkan, imunologis meningkat karena roda daripada ketiga sistem tersebut digerakkan secara naluri, tidak ada paksaan, dan tidak dilakukan secara berlebihan. Semua itu, akan lebih stabil lagi karena diniatkan untuk ibadah. Terlebih, saat berpuasa orang juga lebih giat mengaji, melaksanakan sholat tarawih, dan ibadah lainnya.

“Dari sinilah manusia akan semakin khusyuk dan imunologis manusia akan semakin stabil. Dampaknya hormon stres akan menurun dan sistem sel ketahanan tubuh akan semakin tangguh,” tambah Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR tersebut.

Lebih lanjut, dalam sistem fisik pun juga akan mengalami penyesuaian. Jantung, hati, dan ginjal manusia akan semakin stabil. Di samping itu, saluran pencernaan juga memiliki waktu lebih untuk beristirahat.

“Makanya, orang yang sakit maag juga akan sembuh,” tambahnya.

Prof. Nasron menekankan jika ginjal akan stabil, sakit maag bisa sembuh, kadar gula stabil, dan orang yang risau menjadi tenang jika puasa tersebut dilakukan dengan benar- benar khusuk. Terlebih jika manusia bisa menyatukan hati, fikiran, dan fisik.

”Dengan puasa, bukan berarti meniadakan pekerjaan, mengurangi boleh, meniadakan kerja jangan. Semua saya harap bisa tetap berjalan seperti biasa, hanya intensitas kerja dikurangi. Jadi dengan itu, pahala dari kerja dapat, dan pahala dari ibadah puasa juga dapat,” pungkasnya.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone