PSDKU
Pengurus HMKH PSDKU UNAIR Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook4Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH), Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU), Universitas Airlangga di Banyuwangi, merupakan himpunan yang menaungi mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

HMKH sendiri didirikan oleh angkatan pertama mahasiswa prodi Pendidikan Dokter Hewan PSDKU UNAIR Banyuwangi, tepat pada tahun 2015. Sekarang, HMKH PSDKU UNAIR Banyuwangi sudah menjalani 3 periode kepengurusan. Pada periode 2017-2018 dipimpin oleh Khoirul Arifin selaku ketua dan Jati Kusuma selaku wakil.

“Menurut saya, arti HMKH itu bukan hanya tentang organisasi, bukan tentang aku jadi ketua, tapi HMKH itu seperti keluarga,” tutur ketua yang akrab disapa Khoirul kepada tim UNAIR NEWS.

Mengenai struktur kepengurusan, jelas Khoirul, HMKH terdiri dari badan pengurus harian serta tujuh divisi dibawahnya. Diantaranya yaitu Divisi Equine care, yakni divisi yang program kerjanya meliputi menampung minat dan bakat mahasiswa dalam segi perkudaan.

“Ada juga Divisi Fowl care. Dari namanya sudah dapat diketahui bahwa divisi tersebut mengayomi segala tentang unggas yaitu ayam, bebek, burung hias, merak, dan lainnya,” imbuhnya.

Selain itu, terangnya, ada juga Divisi Kominfo yang bertugas mengkomunikasikan dan memberi informasi dari internal ke eksternal, maupun sebaliknya. Kemudian, ada Divisi PSDM yang bertugas membantu mengembangan kualitas tiap individu dari mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan PSDKU UNAIR Banyuwangi.

“Dari struktur itu, pencapaian dari HMKH juga tidak sedikit, banyak sekali program kerja dari pada HMKH itu sendiri yang berbau pengmas atau Pengabdian Masyarakat yang diadakan pertahun. Dari bagi-bagi telur dan susu gratis pada bulan Oktober, vaksinasi gratis pada bulan September, pengecekan dan pemberian obat gratis pada ternak warga desa pada bulan Mei, pemeriksaan hewan kurban sebelum dan sesudah kematian, sampai seminar nasional dan internasional,” paparnya.

Pada akhir, saat ditanya mengenai harapan, Khoirul mengatakan bahwa yang paling utama dalam kepengurusan satu tahun ke depan, ia dan tim ingin kepengurusan itu bisa menciptakan perubahan untuk FKH dengan saling terbuka dan akhirnya saling percaya.

“HMKH sendiri memiliki jargon yaitu “Satu Suara HMKH Jaya” yang berarti HMKH itu satu dan kompak, apabila hal itu dapat terjalani dengan baik maka hasilnya pasti HMKH akan jaya,” pungkasnya. “Hidupilah organisasi dan jangan mencari hidup di organisasi, organisasi itu yang pertama, kuliah yang utama,” pungkasnya.

Penulis: Sayyida Kamila Dini (Mahasiswa FKH PSDKU UNAIR Angkatan 2016)

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook4Tweet about this on Twitter0Email this to someone