Simposium
Pelaksanaan sesy simposium 7 yang membahas Ancaman Variasi Produk Tembakau dan Rokok Elektrik. (Foto: Siti Mufaida)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali hadirkan peneliti dan praktisi untuk membahas mengenai dilema perkembangan E-Cigarette pada Sesi Symposium 7 Presentasi Oral The 5th Indonesian Conerference on Tobacco Control or Health (ICTOH) 2018.

Acara yang mengusung tema Ancaman Variasi Produk Tembakau dan Rokok Elektrik dilangsungkan pada awal Mei lalu. Simposium 7 itu sendiri di laksanakan usai diskusi panel 3 dan 4 The 5th ICTOH 2018 yang berlokasi di Ruang Trowulan 2 Hotel Bumi Surabaya.

Menurut Gayatri Ayodhya salah satu mahasiswa UNAIR semester 6 yang mengamati sesi symposium mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai E-Cigarette dirasa cukup menarik. Pasalnya, masih belum banyak penelitian yang membahas mengenai E-Cigarette.

“Sehingga pemilihan tema E-Cigarette dalam sesi symposium presentasi oral ini sangat bermanfaat. Kita bisa membahas bersama beberapa hasil penelitian mengenai E-Cigarette dengan penelitinya secara langsung dan beberapa pakar yang hadir didalamnya,” ungkapnya.

Dalam sesi simposium 7 itu, imbuhnya, terdapat 7 peneliti yang mempresentasikan hasil risetnya mengenai variasi produk rokok dan rokok elektrik, satu diantaranya adalah dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Susy Katikana Sebayang, dosen IKM PSDKU UNAIR di Banyuwangi dengan risetnya membahas karakteristik konsumen yang pernah menggunakan rokok elektrik menjelaskan bahwa Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) adalah alat yang berfungsi untuk mengubah zat-zat kimia menjadi uap dan mengalirkannya ke paru-paru.

“Dimana zat kimia tersebut, merupakan campuran zat seperti nikotin dan propylene glycol,” tuturnya.

Muchsin Maulana peneliti lainnya mengungkapkan bahwa E-Cigarette sudah cukup banyak di produksi oleh industri di Indonesia dengan berbagai bentuk dan varian rasa. Banyak pula komunitas yang menggemarinya.

“Banyak dilema yang muncul akibat berkembangnya produk ini termasuk bahaya dan manfaatnya seperti apa masih banyak yang belum tau dan belum banyak diteliti kebenarannya,” jelasnya.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone