Abdi Desa
Tim Abdi Desa dan warga saat membuat kolam lele. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah sukses di awal, BEM FST kembali selenggarakan Abdi Desa kedua di Desa Gumeng, Kabupaten Mojokerto pada awal bulan Ramadhan. Sebagai tim, Ahmad Fahmi Ramadlan menjelaskan bahwa pengmas yang kedua ini berbeda dengan Abdi Desa pertama yang lebih fokus dipendekatan sosial masyarakat sehingga dapat diterima dan membaur dengan mereka. Abdi Desa kedua ini, terangnya,  lebih berfokus pada bidang ekonomi.

“Sesuai dengan fokus yang kami pilih, kami bersama warga membangun kolam lele, demo pembuatan nugget berbahan sayur, mengajar Al-Qur’an di TPQ, dan karena ini juga dalam Bulan Ramadhan kami juga berdoa bersama (tahlilan, red) dan membaca Al-Qur’an bersama di Masjid,”  tutur mahasiswa yang akrab disapa Fahmi.

Mengenai pembuatan kolam lele tersebut, imbuhnya, dilakukan di lahan depan rumah ibu kepala desa. Pembuatan kolam dilakukan pada hari sabtu (19/5) dari jam 2 siang sampai sekitar jam 4 sore. Dengan semangat tinggi dibantu oleh panitia dan warga bergotong royong tanpa mempedulikan sedang menjalankan ibadah puasa.

Selanjutnya, Fahmi juga memberi tau bahwa besar harapan panitia nantinya kolam lele itu akan menjadi sumber perekonomian yang berkembang bagi warga Desa Gumeng. Tak hanya itu sore harinya panitia mengadakan demo pembuatan naget sayur.

“Demo yang menjelaskan bagaimana proses pembuatan nugget tersebut diperlihatkan langsung untuk warga. Acara ini juga bertujuan untuk mengatasi anak-anak Desa Gumeng yang enggan makan sayur,” jelas Fahmi.

Disamping itu, sebelum berbuka, di TPQ panitia juga membantu proses belajar disana mulai dari bagaimana menggumamkan lantunan hijaiyah terdengar sampai doa sehari-hari yang dilantuntkan oleh anak-anak TPQ dengan lancar. Disana juga kami melangsungkan doa bersama warga dan baca al-Quran di masjid sekitar.

Hari yang kedua pada acara yang dibantu oleh seluruh Kelompok Studi (KS) Himbio yaitu Peksia, Banyu, Herpetologi, Botani, MSC, Insekta, dan BEC, terdapat juga pastisipasi dari BSO KSSAPL, Himafi, Kakema FPK, anak-anak Desa Gumeng berkumpul di balai desa untuk bermain. Permainan yang dipilih yaitu membuat kolase dengan berbagai macam bentuk .

“Permainan ini dapat dilakukan sekaligus kami sisipkan informasi edukasi di dalamnya. Pelajaran membuat kolase ini membutuhkan berbagai macam bentuk dengan meggunakan hijau dan dedaunan kering,” jelas Fahmi.

Setelah sukses mencoba memberi suatu mata pencaharian baru  di Abdi Desa pertama, program di Abdi Desa selanjutnya adalah melaksanakan Idul Qurban dan panen ikan lele yang telah dipelihara di kolam lele yang telah warga buat.

Penulis : Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone