Dokter TNI
Dyah Listyaningtyas (paling kanan) saat prosesi pelantikan. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menjadi mahasiswa kedokteran dan dengan bergulat dalam rutinitas yang padat serta tuntutan untuk bisa menguasai berbagai materi perkuliahan, tidak membuat Dyah Listyaningtyas patah semangat dalam menjalankan kebiasaanya. Justru, Dyah merasa enjoy  dengan aktivitasnya.

Pertama seseorang mendengar nama Dyah, tidak sedikit yang mengira bahwa perempuan kelahiran 17 Juni 1993, merupakan perempuan asli  Tuban. Dyah sapaan akrabnya, merupakan alumni Kedokteran UNAIR yang telah mengikuti pendidikan pertama prajurit karir TNI tahun ajaran 2018 di Akmil Magelang.

“Cita – cita saya memang menjadi wanita TNI tetapi takdir membawa saya menjadi dokter, karena saya diterima di kedokteran UNAIR sebelum daftar tentara,” ujar Dyah.

Selama bergulit dalam dunia kedokteran, tidak sedikitpun patah semangat dialami olehnya. Dyah terus mencari tahu cara masuk tentara dari profesi dokter. Ternyata, tentara membuka jalur masuk melalui 2 cara yaitu MABEA TNI dan PAPK reguler.

“Saya mendaftar melalui MABEA TNI, sejak semester VII saya sudah bergabung bersama TNI AL. Saat itu status saya sudah menjadi binaan TNI, saya wajib melaksanakan pembinaan fisik di Lantamal V AL. Kebetulan saya dulunya atlet dan menjadi anggota UKM Voli UNAIR, sehingga saya siap untuk melaksanakan pendidikan pertama prajurit karir TNI di Magelang,” tuturnya.

Selanjutnya, menurut Dyah, pendidikan militer mampu mengajarkan banyak hal terutama kepribadian dan mental. Selain itu, hal itu juga bagian dari belajar untuk memiliki jiwa pantang menyerah dan rasa syukur atas karunia Tuhan.

“Hal yang tidak bisa saya lupakan yaitu berkesempatan foto dengan bapak panglima dan kepala staf angkatan. Dari sinilah saya memiliki rencana selanjutnya yaitu melaksanakan pendidikan dasar Matra Laut setelah itu melaksanakan program Intership . Dan rencana jangka panjang jika diberi kesempatan saya akan bergabung dalam pasukan perdamaian PBB,” untian hati nurani TNI AL.

Dalam akademik militer, imbuhnya, ada petuah Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi inspirasi para pemuda yaitu “Tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai cita – cita yang besar”.

Life is simple ambition make it complicated control yourself and do your best because a pearl will never lose its shine even in the dirtiest mud,” pesan alumni kedokteran UNAIR Itu.

Penulis: Rolista Dwi Oktaviani

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone