UKM
Nisrina dan timnya ketika sedang melakukan presentasi. (Dokumentasi pribadi)
ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Juara 3 didapatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran, Universitas Airlangga, pada Lomba Karya Tulis Ilmiah  (LKTI) Temu Ilmiah UKM Penalaran dan Penelitian se-Jawa Timur (TIUPPS) ke-13. Pasalnya, hal itu adalah kemenangan kelima kali berturut-turut yang didapatkan oleh UKM Penalaran. Nisrina Mahfudhah Wibowo, salah satu pemenang menjelasksan bahwa tim mereka, semuanya berbeda program studi, bahkan fakultas.

“Saya sendiri mahasiswi S-1 Ilmu Gizi, FKM, kedua teman saya Amry Indah Sari S-1 Kimia dan  Siti Istikhomah S-1 Matemarika, mereka di FST,” jelas Nisrina sapaan akrabnya.

Keikutsertaan mereka, imbuhnya, bertujuan untuk meningkatkan budaya berkompetisi di bidang kepenulisan dan untuk melanjutkan amanah di tahun kemarin yang mewakili UKM Penalaran di TUPSS.  Kejelasan tujuan tersebut memunculkan ide-ide inovatif untuk dituliskan.

Ide tersebut membuahkan karya dengan judul ‘Analisis Kelayakan Investasi Usaha Budidaya Tanaman Yodium (Jatropha multifida L.) Menggunakan Media Polybag di Desa Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk’. Ide tersebut muncul dengan mensinkronkan permasalahan yang ada dengan tema LKTI.

“Permasalahan itu diambil dari sharing tentang masalah yang ada di kampung masing-masing anggota. Kebetulan permasalahan yang paling rumit adalah di desa Putren, kampung halaman Siti Istikhomah,” jelas Nisrina.

Di Desa Putren, tuturnya, warga kebanyakan berprofesi sebagai Petani. Komoditas utama petani disana adalah hanya bawang merah. Melihat kurang bervariasinya komoditas petani Desa Putren, Nisrina dan tim berkeinginan mengembangkan dan membudidayakan tanaman lain yang bermanfaat secara ekonomi dan punya khasiat untuk kesehatan.

“Tanaman yang kami pilih adalah tanaman yodium. Tanaman langka ini bermanfaat untuk kesehatan dan memiliki harga jual yang sangat tinggi, tapi budidaya lumayan mudah. Tanaman yodium ini mampu tumbuh di tanah dengan cara stek. Dari situlah ide penggunaan polybag kami muncul,” tutur nisrina.

Ide itulah yang mengantarkan mereka ke tahap presentasi. Ketika nisrina ditanya mengenai tips triknya dalam berpresentasi, saran darinya adalah untuk menguasai materi yang akan disajikan. Keahlian dalam berpresentasi tersebut mereka dapatkan dari materi dari UKM Penalaran yang diikuti.

“Gugup pasti semua orang mengalaminya, yang terpenting penguasaan materi yang dipresentasikan sehingga dapat memudahkan menjawab pertanyaan dari juri dan audiens,”jelasnya.

Diakhir, nisrina menjelaskan bahwa ketertarikan dalam menulis berawal dari hobinya membaca. Pikirnya dengan membaca buku atau karya tulis ilmiah orang lain akan memotivasi Nisrina dalam membuat karya di masa depan.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone