Hamzah Bin Arof ketika memberi pengarahan kepada para dosen di Fakultas Vokasi UNAIR. (Foto: Tunjung Senja Widuri)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mengadakan lokakarya dengan topik “How to Avoid Paper Rejection on Journals with High Impact Factor”. Lokakarya yang berlangsung di ruang Rapat Pimpinan 2, Rabu (9/5), itu dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas Fakultas Vokasi mengenai publikasi jurnal yang terindeks.

Jurnal terindeks merupakan sebuah jurnal yang diterbitkan oleh suatu lembaga penerbit tertentu. Jurnal yang terindeks betul-betul dapat dipastikan keberadaannya dan memiliki struktur kepengeloalaan yang jelas.

Dikutip dari Kompas 28 Februari 2017, Dirjen Dikti menggunakan indeks Scopus sebagai acuan jurnal internasional bereputasi. Dengan bantuan Scopus, para pembuat kebijakan, panitia penilai kepangkatan, serta pemberi insentif publikasi sangat terfasilitasi.

Lokakarya dihadiri oleh berbagai staf pengajar dari Departmen Kesehatan, Bisnis, dan Teknik. Kegiatan ini sengaja ditujukan untuk para dosen. Lokakarya ini diarahkan langsung oleh Prof Hamzah Bin Arof, Ph.D dari University of Malaya.

“Ya benar kami hadirkan langsung pengajar ahli dari University of Malaya. Sehingga para staf pengajar terbantu dalam pembuatan karya ilmiah,” ujar Prof. Retna Apsari, Wakil Dekan I Fakultas Vokasi.

Retna berharap, kedatangan Hamzah Bin Arof sebagai fasilitator dosen yang memandu tata cara menulis artikel ilmiah bisa membuahkan hasil. Terutama, publikasi jurnal internasional yang terindeks Scopus karena banyak yang mengakses jurnal ilmiah tersebut.

Diketahui, Hamzah merupakan pengajar Department of Electrical Engineering University of Malaya. Ia telah menerbitkan ratusan jurnal internasional dan sudah terindeks.

“Dalam lokakarya ini saya berharap ada 50 paper yang dipublikasikan para dosen di jurnal terindeks Scopus,” lanjut Retna.

Retna mengatakan, pada 17 Oktober nanti, 1st International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2018 juga mendatangkan Hamzah Bin Arof sebagai pembicara. Ia berharap, Fakultas Vokasi bisa menambah jumlah paper yang terindeks Scopus sebanyak 150.

“Harapan saya dengan adanya adjunct professor yang pertama di Fakultas Vokasi maka budaya meneliti dan menulis di fakultas akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan cita-cita World Class University (WCU) UNAIR,” pungkas Retna. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone