Cak Ning
Reno Albra dan Paquita Maharani (tengah) saat menerima pengghargaan. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook63Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pemilihan Duta wisata daerah atau yang biasa disebut Cak dan Ning Surabaya  telah menobatkan dua mahasiswa Univeristas Airlangga sebagai Wakil I. Kedua mahasiswa tersebut  adalah Reno Albra (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) serta Paquita Maharani (Fakultas Kedokteran Gigi). Selain tu ada pula Shabrina Puspa (Fakultas Psikologi) sebagai Waki III dan Iqbal Firma Thermizi (Fakultas Ekonomi dan Bisinis) sebagai Cak Persahabatan.

Mengenai raihan prestasi itu, Reno Albra mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam ajang pemilihan duta wisata tersebut merupakan keinginan sang mama yang sejak lama belum diwujudkan olehnya. Hal itu, berbeda dengan Paquita yang sudah pernah mengikuti ajang cak dan ning sebelumnya, namun belum berhasil masuk ke babak grand final. Sehingga dirinya ingin mencoba kembali.

“Sebenernya ini adalah salah satu impian dari mama saya sejak saya semester 1. Tapi belum pernah saya wujudkan karena pada saat itu saya tidak mau mengikuti cak dan ning hanya ingin memperoleh pengalaman. Nah ketika saya sudah menemukan motivasi barulah saya mendaftarkan diri,” ujar Reno.

Lanjutnya, dalam mengikuti gelaran tersebut ia memiliki dua motivasi. Pertama, ia tidak ingin cak ning dipandang sebagai paguyupan yang eksklusif. Pasalnya, ia ingin cak ning sebagai organisasi yang inklusif dan menjadi bagian dari representasi pemuda Surabaya.

“Kedua saya juga berharap cak ning juga dapat berkolabprasi dengan berbagai komunitas untuk menanggapi berbagai persoalan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Paquita, selama mengikuti masa karantina lima hari, para peserta diberi berbagai materi seperti kondisi Surabaya dewasa ini serta berbagai permasalahan yang sedang terjadi. Selain itu, imbuhnya, mereka juga diberi bekal mengenai kepercayaan mengenai rezeki yang tidak pernah tertukar, berusaha semaksimal mungkin pada suatu hal, dan bekerja bersama dengan orang-orang yang memiliki perbedaan latar belakang.

“Setelah menjadi wakil I sebenarnya tidak ada tugas yang spesifik. Karena yang sudah masuk final pasti akan masuk paguyupan. Kalau sudah masuk paguyupan nanti tugasnya dibagi untuk 15 peserta tersebut,” imbuh Paquita.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook63Tweet about this on Twitter0Email this to someone