Ning
Shafira Aliyah saat dinobatkan sebagai Ning Surabaya 2018. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – menjadi Cak dan Ning mungkin menjadi impian bagi sebagian remaja yang ada di kota Surabaya. Program yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu telah menjadi salah satu ajang yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Cak dan Ning Surabaya merupakan sepasang sosok muda Surabaya yang akan mewakili Surabaya dalam pelestarian budaya dan mampu mengemban tugas sebagai duta wisata kota Surabaya. Selain itu, tujuan dari adanya pemilihan duta wisata yang juga ada di setiap daerah itu ialah menjadi pionir penyambutan tamu baik yang datang dari lokal maupun intrenasional.

Pemilihan Cak dan Ning yang baru saja digelar pada beberapa waktu lalu, menghantarkan Shafira Aliyah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNAIR ini menjadi Ning Surabaya tahun 2018.

Shafira mengatakan bahwa keinginannya mengikuti Cak dan Ning sudah ada sejak tahun lalu. Namun, dikarenakan saat itu dirinya baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), maka dirinya memilih fokus terlebih dahulu pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Sebenarnya saya ingin ikut Cak dan Ning dari tahun lalu, tetapi saat itu saya baru lulus SMA dan tanggalnya mendekati SBMPTN. Jadi saya memilih fokus pada SBMPTN terlebih dahulu. Saat mengikuti Cak dan Ning banyak hal yang saya pelajari. Seperti kedisiplinan, wawasan mengenai Surabaya, dan etika mengenai duta pariwisata, filososi Cak dan Ning serta bagaimana seorang pria memperlakukan wanita dan sebaliknya,” tutur Shafira.

Bertemu dengan orang-orang baru yang yang luar biasa rupanya menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi mahasiswa semester dua tersebut. Selama mengikuti proses pemilihan, para peserta diberi pembekalan melalui karantina selama 5 hari. Selama proses karantina, para calon Cak dan Ning yang sudah dipasangkan harus bersama selama karantina atau bahkan menuju suatu tempat. Hal tersebut menjadi sesuatu yang membekas pula dihati para peserta karena kebersaaman diantara mereka.

Shafira mengatakan bahwa untuk mengikuti pemilihan Cak dan Ning sebenarnya tidak begitu memerlukan waktu yang lama. Hanya saja setiap remaja diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan cara tetap menjadi diri sendiri dengan melakukan perubahan agar menjadi versi yang lebih baik.

Sebagai Ning Surabaya, maka Shafira memiliki tugas untuk mengenalkan dan memajukan pariwisata Kota Surabaya. Selain itu sebagai representatasi pemuda Surabaya, dirinya juga mengajak pemuda pemudi untuk turut menjaga lingkungan dan mengenalkan pariwisata Surabaya ke khalayak luas.

“Menurut saya 15 peserta itu sudah seperti keluarga. Kalau kali ini saya dapat juara itu adalah bonus karena memang ini adalah kompetisi. Tetapi sebenarnya menurut saya kita semua sudah menang dan menjadi representasi dari pemuda Surabaya,” imbuh alumnus SMA Negeri 2 tersebut.

Meski begitu, Shafira mengaku tidak menemukan kendala yang berarti saat mengikuti proses seleksi hingga pemilihan.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone