Peduli Korban Ledakan Bom

UNAIR NEWS – Teror bom yang terjadi di Surabaya pada beberapa hari yang lalu telah menimbulkan banyak korban. Salah satunya sivitas Universitas Airlangga. Ialah Sonia Adina Anggono, mahasiswa S2 Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UNAIR, yang menjadi korban dari aksi biadab tersebut.

Sebagai bentuk simpati atas terjadinya pengeboman beberapa waktu lalu itu, mewakili pihak civitas UNAIR, Dekan FH UNAIR pun menjenguk mahasiswa yang akrab disapa Sonia, di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ Surabaya). Mahasiswa angkatan 2016 itu merupakan salah satu korban tragedi bom yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gubeng, Surabaya, Minggu lalu (13/5).

Dalam tragedi pengeboman itu, seperti biasanya, Sonia sedang melangsungkan ibadah di gereja.

“Ketika ada keluarga besar kena musibah maka, kita datang untuk menghibur dan mendoakan,” terang Dekan FH UNAIR, Prof. Dr. Drs. Abd. Shomad, SH, MH.

Bukan hanya dekan FH, beberapa dosen, staf, dan mahasiswa FH juga turut membesuk Sonia. Saat penjengukan berlangsung, Sonia sedang menjalani perawatan pasca operasi. Ada tiga titik dilakukan operasi mengingat timah bom yang masuk di dalam tubuh. Meliputi bagian tangan, lengan, dan punggung.

“Kondisinya sudah belajar duduk sehabis dilakukan tindakan medis. Insya Allah semakin membaik,” tambahnya.

Sementara itu, dosen Sonia di kampus Erni Agustin, S.H., LL.M mengatakan, Sonia adalah pribadi yang cukup rajin di kampus perihal kegiatan akademik.

“Cukup aktif kegiatan akademik di kampus (Sonia, Red). Saat ini Sonia sudah mulai menyusun tesis,” terang Erni.

FH UNAIR pun melalui ketua program studi memberikan kelonggaran waktu kepada Sonia untuk melakukan pemulihan pasca operasi. “Diberi waktu untuk recovery (pemulihan). Selain fisik, dia kan juga perlu istirahat,” tambah Erni.

Dari kunjungan itu, Sonia mengalami beberapa gangguan syaraf di sebelah kiri badan akibat luka-luka yang terjadi.

Selain berkunjung, dekan juga menyerahkan dana bantuan dari sivitas FH untuk bantuan rawat inap, dan pendanaan asuransi pendidikan dari UNAIR.

Karena kondisi yang kian membaik, Sonia sudah bisa dibawa pulang ke rumah yang beralamat di Tumpang, Malang, pada Rabu (16/5). (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan