HAYKAL Kamil memberikan materi seputar bisnis masa kini. (Foto: Istimewa)
HAYKAL Kamil (kiri) memberikan materi seputar bisnis masa kini. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook63Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perkembangan digital yang semakin pesat menjadi sinyal era automasi. Artinya, peran teknologi mulai menggeser kendali pekerjaan yang biasa dilakukan manusia.

Pemerintah menyambut era Revolusi Industri Ke-4 tersebut dengan berbagai persiapan. Misalnya, mendorong wirausaha industri digital atau startup. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak memfasilitasi pembangunan gedung inkubasi pagi pegusaha startup. Di antaranya, Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center, hingga Makassar Technopark.

Dalam menjawab tantangan yang ada, Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga turut mengambil peran dengan menggelar seminar nasional betajuk “Be Creative Preneur to Facing Up 4th Industrial Revolution” pada Sabtu (12/5). Hadir sebagai pembicara CMO Kals Corpora Haykal Kamil; Co Founder Cicil.co.id Edward Widjonarko M.B.A; Owner PT. Aiola Indonesia dr Irmadita Citrashanty Sp. KK; dan Founder Lean Accounting Indonesia Godwin Sihotang CA, CMA, CIBA, CBV.

Kegiatan di Aula Fajar Notonegoro FEB tersebut turut mempersiapkan akuntan muda dalam berkompetisi pada era Revolusi Industri 4.0. Godwin memaparkan bagaimana strategi Lean Accounting dalam menghadapi kompetisi dengan kondisi dunia yang volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).

“Revolusi Industri 4.0 atau era diskurpsi teknologi merupakan gabungan antara domain fisik, digital, dan biologi. Revolusi ini berbasis Cyber Physical System yang memunculkan teknologi baru yang mengakibatkan perubahan pada disiplin ilmu, ekonomi, dan industri,” tuturnya.

Indonesia dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan. Yakni, masih banyaknya pengangguran terbuka sekitar 7 juta orang dan 8,8 persen adalah pengangguran sarjana. Selain itu, pekerja tidak memiliki skills yang memadai sejumlah 42 persen.

Padahal, menurut Bank Dunia, pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi. Godwin menjelaskan lebih lanjut kualifikasi utama yang dibutuhkan pekerja. Di antaranya, positive work habits, communication, technical, writing, dan team work.

Perkembangan indeks daya saing Indonesia jika dibadingkan dengan Malaysia dan Singapura pada 2015–2016 menunjukkan peluang besar untuk berkompetisi secara global. Terlebih, peluang bonus demografi menjadi dorongan bahwa tenaga kerja Indonesia mampu bersaing.

Godwin megulas 12 paradigma pada Lean Leaderhip Paradigma yang ditransformasikan dari paradigma tradisional. Paradigma tersebut lebih menekankan cara untuk menghadapi dinamisasi dunia kerja, khususnya lingkup kepemimpinan.

Fokus yang dicapai merupakan proyeksi jangka panjang, berbeda dengan tradisional yang hanya jangka pendek atau berorientasi hasil. Di samping itu, standar dipandang dapat mengembangkan potensi secara berkelanjutan. Termasuk dengan konsep pemimpin bukan seorang bos, tapi guru untuk karyawannya.

Selanjutnya, Lean Accounting dapat mengeliminasi kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (non-value added activity) dengan tetap mempertahankan pengendalian finansial secara menyeluruh. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook63Tweet about this on Twitter0Email this to someone