Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menjadi salah satu professor pertama dalam dunia keperawatan di Indonesia, tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Ialah Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons), yang merupakan Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Kali ini, dalam “Liputan Khusus Dekan Kita”, UNAIR NEWS  akan mengulas berbagai kiprah dan peran dekan yang tengah berusia 51 tahun itu.

Tercatat, dalam perjalanan karirnya, Prof. Nursalam pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Wakil Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tingkat Nasional, Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia tingkat Jawa Timur, Wakil Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia tingkat Nasional, dan Ketua Qualifium Manajemen di Jakarta.

Pengalaman di bidang akademik, Prof. Nursalam pernah menempuh pendidikan Diploma 3 Akper Sutomo Surabaya; kemudian melanjutkan program sarjana di Lambton College, Sarnia Ontario 1988-1991; Program Sarjana University of Wolllongong, NSW 1997-1998; terakhir Prof. Nursalam mengenyam pendidikan program doktor di Universitas Airlangga pada tahun 2002-2006.

Ditanya mengenai capaian itu, dekan kelahiran Kediri, 25 Desember 1966 mengaku bahwa semua pencapaiannya itu tidak lain adalah karena kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.

“Karena sukses menurut saya adalah ketika kehadiran kita diharapkan oleh orang lain,’’ tuturnya.

Sementara itu, dalam capaian kerja di FKp UNAIR, Prof. Nursalam membagi ke dalam 3 kategori yakni academic excellent, riset excellent, dan sumber daya manusia. Di bidang akademik FKp UNAIR telah mengantongi akreditasi A serta akreditasi sertifikasi yang sudah own dan tinggal menunggu hasilnya.

“Tahun ini FKp UNAIR menyiapkan akreditasi tingkat internasional dan semoga dapat disetujui tahun depan,’’ ujar Prof. Nursalam.

Selain itu, imbuhnya, kriteria lain seperti Angka Efisiensi Edukasi dan ketepatan kelulusan sudah sesuai standar. Selanjutnya, untuk bidang riset akademik, tercatat Scopus sudah mencapai index angka 6.

“Lalu untuk Scopus Internasional ditargetkan mencapai angka 50 namun nyatanya mampu melampaui angka minimal  yaitu mencapai angka 70. Hal ini sungguh membanggakan,” tandasnya.

Dalam bidang sumber daya manusia, terangnya, FKp UNAIR telah meluluskan 13 doktor dari total keseluruhan 49 dosen dan akan meluluskan 4 doktor lagi tahun ini. Program inbond dan outbond yang diselenggarakan juga berjalan dengan lancar. Terbukti, dari banyaknya mahasiswa asing seperti Thailand dan Jepang yang datang ke sini.

“Saya menyadari tidak memiliki kelebihan apa-apa melainkan ridhlo dari Allah SWT,’’ ungkap Prof. Nursalam.

Pada akhir, Prof. Nursalam menambahkan bahwa sosok pemimpin menurutnya harus memiliki visi agar staff bisa bekerja dengan senang hati, tidak ada otoriter jabatan dan diskriminasi, memiliki komitmen yang harus dibangun.

“Figur pemimpin harus bisa menjadi role model. Seperti yang Ki Hajar Dewantara katakan Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone