PSDKU
Ilustrasi Surat Kabar ID
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS– Guna menjawab problema anisakiasis pada produk ikan kaleng, Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMBP) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi gelar Kuliah Umum pada beberapa waktu lalu.

Kepada UNAIR NEWS, ketua pelaksana kegiatan, Ilham Nur Nugroho mengungkapkan bahwa kegiatan itu dilakukan untuk menjawab keluhan mahasiswa mengenai anisakiasis pada produk ikan kaleng.

“Apakah itu berbahaya atau tidak. Dan kegiatan ini  sasarannya adalah mahasiswa dan beberapa perwakilan dosen PSDKU UNAIR di Banyuwangi,” ungkapnya.

Kegiatan itu, imbuhnya, dapat dilangsungkan atas kerja sama dengan dosen program studi Budidaya Perairan dan Departemen Riset dan Keilmuan HMBP PSDKU UNAIR di Banyuwang.

Kuliah Umum yang dilangsungkan di Ruang B101 Kampus Giri PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi itu berlangsung mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 11.00 siang. Dalam kesempatan tersebut juga menghadirkan pemateri Moh. Faizal Ulkhaq, S.Pi, M.Si salah satu dosen tetap Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR.

Dalam paparannya, Faizal menyatakan bahwa cacing yang ditemukan pada ikan kaleng komersial berupa cacing dari jenis anisakis. Spesies anisakis yang bersifat Zoonosis (menginfeksi baik manusia maupun hewan, red), menurutnya adalah anisakis simplex dan anisakis pregreffiti.”

“Anisakis umumnya ditemukan pada ikan karnivora seperti Ikan Tongkol, Ikan Kembung dan Ikan Kakap. Ikan terinfeksi anisakis akibat memakan Moluska atau Crustacea yang terinfeksi larva cacing. Cacing Anisakis di dalam tubuh ikan, ditemukan pada saluran pencernaan dan rongga perut,” tuturnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa cacing yang terdapat pada produk kaleng umumnya telah mati akibat pengolahan pembuatan ikan kaleng, terutama pada saat pemanasan. Akan tetapi, pada saat pengolahan, cacing anisakis akan menghasilkan ESP (Excretory-secretory product) yang bersifat alergi terhadap konsumen.

“Alergi dari ESP anisakis akan berdampak beberapa hari setelah mengkonsumsi ikan kaleng yang positif mengandung anisakis,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Faizal kembali mengatakan menegaskan bahwa semua itu kembali lagi pada masing-masing konsumen. Menurutnya, tidak semua konsumen dapat merasakan dampak dari ESP, tergantung pada respon tubuh konsumen terhadap zat allergen serta tingkat kekebalan tubuh dari masing-masing konsumen.

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone