39 orang dosen pengampu bidang ilmu periodonsia di seluruh Institusi Pendidikan Dokter Gigi (IPDG) di Indonesia menyamakan kurikulum ilmu periodonsia. (Dok. Humas FKG)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tak kurang dari 39 orang dosen pengampu bidang ilmu periodonsia berkumpul di Surabaya, 4 Mei lalu, untuk menyamakan persepsi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan kurikulum ilmu periodonsia di seluruh Institusi Pendidikan Dokter Gigi (IPDG) di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes menyampaikan bahwa awal mula ide ini adalah masih tingginya angka ketidaklulusan ujian kompetensi mahasiswa program profesi  dokter gigi Indonesia (UKMP2DG). Salah satu faktor penyebabnya adalah terdapat beberapa ketidaksamaan persepsi dalam menyelesaikan soal.  Masing-masing IPDG yang berjumlah 30, seringkali memilki istilah yang berbeda di bidang kedokteran gigi.

Ditambahkan oleh Widaystuti, drg., Sp.Perio., dosen pengampu ilmu periodonsia FKG Universitas Hang Tuah Surabaya, persamaan tiap bidang ilmu antar institusi pendidikan dokter gigi se-Indonesia merupakan wacana yang sudah lama ditunggu-tunggu dan sangat diperlukan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk kesamaan materi, requirement klinik, istilah, referensi, dan pembuatan soal yang disesuaikan dengan standar kompetensi pendidikan dokter gigi Indonesia tahun 2016,” ujar dokter gigi yang menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Hang Tuah, Surabaya itu.

Selain itu, lanjut Widaystuti, untuk kewenangan klinis sebagai dokter gigi general practice setelah lulus menjadi dokter gigi. Harapan dari persamaan persepsi pengampu mata kuliah, khususnya bidang periodonsia, adalah mampu meningkatkan kelulusan ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter gigi.

Hal senada disampaikan pula perwakilan dosen pengampu mata kuliah ilmu periodonsia Universitas Muhammadiyah Semarang, Puspito Ratih, drg., Sp.Perio.

Alhamdulillah sukses acaranya, mendapat banyak masukan, ide, dan saran sehingga proses pembelajaran bisa lebih baik untuk mahasiswa dan perkembangan ilmu periodonsia,” terang Puspito.

Diharapkan, persamaan persepsi ini menjadi cara efektif untuk meningkatkan mutu pengajaran ilmu periodonsia dan meningkatkan kualitas lulusan dokter gigi di masa depan. (*)

Penulis: Humas FKG

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone