-
PENYERAHAN hadiah kepada juara I debat dalam Airlangga Law Competition (ALC 2018) di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook13Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program kerja terbesar dari Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) Fakultas Hukum (FH) yang diberi nama Airlangga Law Competition (ALC 2018) sukses digelar pada Jum’at–Sabtu (4–5/5). Memadukan tiga kegiatan dalam satu program kerja memang bukan perkara yang mudah. Namun, acara yang terdiri atas seminar, lomba debat mahasiswa dan sekolah menengah atas (SMA), serta lomba karya tulis ilmiah (LKTI) itu mampu membuat kesan yang baik dibenak para peserta.

Datang dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, rupanya, Universitas Gadjah Mada mampu memborong predikat juara dari dua kategori yang dilombakan. Berikut daftar Juara setiap kategori lomba. Debat SMA, Juara I (SMA Taruna Nusantara) dan Juara II (SMA Hendrikus Surabaya). Debat Mahasiswa, Juara I (Universitas Gadjah Mada), Juara II (Universitas Surabaya), serta Juara III (Universitas Trunojoyo). Sementara itu, untuk LKTI, kategori juara diraih Universitas Gadjah Mada.

Pengumuman pemenang dikemas secara apik oleh panitia. Pengumuman LKTI menggunakan balon terbang yang berisi tulisan juara. Balon tersebut diberikan kepada sepuluh finalis dan diletuskan secara bersama-sama. Lain halnya dengan pengumuman lomba debat, yaitu melalui Unit Kegiatan Mahaiswa (UKM) Teater Mata Angin dalam menyampaikan siapa juaranya.

“Jadi, untuk pengumuman debat ini, ada teater mata angin yang mengisi. Konsepnya, ada seorang nenek yang sedang mencari cucunya. Karena itu, perwakilan dari empat tim yang memperebutkan juara I, II, III ini diajak sang nenek dan diberi surat wasiat. Di dalam surat itulah, ada tulisan juara-juaranya,” tutur Desi selaku direktur MYMA.

Bukan hanya itu, seusai kompetisi, para peserta dihibur dengan kegiatan city trip. Tahun ini daerah yang dipilih untuk dikunjungi adalah Pulau Madura.

“Kita pilih ke Madura karena ingin mengenalkan kehebatan infrastruktur di Surabaya. Jadi, kami memilih mengunjungi Suramadu. Karena itu, kita ke Madura. Kita sengaja melakukan itu karena terkait juga dengan tema ALC yang mengedepankan infrastruktur,” ujarnya.

Desi menambahkan, para peserta sangat antusias ketika melewati jembatan Suramadu. Hal tersebut tampak dari respons para peserta yang merekam dan mengunggah keindahan Suramadu di akun media sosialnya. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook13Tweet about this on Twitter0Email this to someone