Farid Rasyidi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga sedang serius menekuni profesi gigs creator. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook18Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Gigs Creator merupakan istilah baru yang ditujukan kepada seorang penyedia  jasa untuk suatu  acara. Jika diperhatikan lebih dalam, sebenarnya gigs creator tak ubahnya seperti event organizer (EO). Hanya saja, ruang lingkup atau skala yang menjadi pembeda antar keduanya. Jika EO familiar dengan acara-acara besar, maka gigs creator lebih ke acara-acara yang lebih kecil.

Farid Rasyidi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga sedang serius menekuni profesi gigs creator ini. Mahasiswa semester 8 ini sudah sering mengadakan berbagai acara, mulai dari yang sifatnya komersil hingga yang volunteer.

Ilustrasi

Dalam waktu dekat, Farid akan menyelenggarakan sebuah acara dengan tujuan mewadahi para anak muda khususnya Jawa Timur yang memiliki passion di dunia industri kreatif. Acara yang diberi nama Beranda Kolektif ini terselenggara atas kerjasama dengan berbagai komunitas, content creator, serta pelaku industri.

“Beranda kolektif ini awal mulanya dari kegelisahan teman-teman sekitar seperti komunitas dan pelaku industri kreatif yang kurang mendapat perhatian dan wadah untuk mengembangkan potensi kegiatan mereka,” ungkap Farid.

“Nah, akhirnya muncul ide untuk membuat acara dengan bekerjasama dan berkolaborasi dengan komunitas, content creator, dan pelaku indrustri kreatif itu sendiri. Gunanya, untuk mewadahi mereka dan memajukan berbagai hal yang mereka dapat lakukan agar tidak kalah dengan daerah-daerah lain yang lebih besar dan lebih maju,” tutur mahasiswa agkatan 2014 itu.

Beranda Kolektif rencananya akan diselenggarakan pada Sabtu (12/5) mendatang di Omah Jaman Now, Jl. Bali No.24, Kota Surabaya. Dalam acara tersebut, akan ada berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan. Seperti dekorasi dari komuitas Sudutkelas, workshop fotografi yang diisi oleh Wirasakti Setyawan, serta workshop drawing dan painting di atas media totebag dari komunitas Drawing Party Club.

“Sudah lama sih aku jadi gigs creator di event-event. Cuma biasanya kan sifatnya komersil. Sedangkan kali ini aku bikin gigs untuk memfasilitasi teman-teman. Ga ada biaya sedikit pun alias free. Untuk menyelenggarakan dulu pernah jadi volunteer gitu, tapi untuk sekarang ini event perdana yang aku create sendiri. Cuma tetep aku butuh tim,” ujarya.

Meski Beranda Kolektif baru pertama diselenggarakan, namun Farid mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan alan diadakan volume 2 jika memang respon dari masyarakat positif. (*)

Penulis : Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook18Tweet about this on Twitter0Email this to someone