Hari Pendidikan di Makam Kapas Krampung, Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hikmat: Ivan (11 tahun) bertindak sebagai komandan upacara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di makam Kapas Krampung, Rabu (2/5). (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Memperingati hari pendidikan nasional, pemandangan tak biasa terjadi di daerah makam Kapas Krampung, Kota Surabaya. Jika biasanya upacara bendera diselenggarakan di sekolah dengan peserta berseragam rapi, kali ini, upacara berlangsung di area makam Kapas Krampung. Dengan khidmat, puluhan anak mengikuti upacara dengan pakaian bebas rapi.

Rabu (2/5), upacara berlangsung lancar layaknya upacara bendera di sekolah. Semua peserta yang sebagian besar adalah anak-anak usia 10-12 tahun itu mengikuti upacara dengan serius. Merdunya lantunan lagu nasional yang mengiringi pengibaran bendera dan barisan tetap rapi sampai upacara selesai. Terlihat jelas pancaran wajah generasi penuh harapan.

Anak-anak ini, meski tinggal di sekitar makam, juga memiliki semangat dalam menggapai cita dan harapan. Mereka juga memiliki hak dalam memperoleh pendidikan.

Usai upacara bendera, ada edukasi kesehatan dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR). Kali ini, tim peneliti melakukan edukasi kesehatan dengan tema Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Edukasi dilakukan melalui panggung boneka, gerakan 6 langkah CTPS, dan banner bergambar kartun yang disukai anak-anak.

Selain dosen, para mahasiswa mata kuliah Pemberdayaan Masyarakatan Departemen Promosi Kesehatan (Promkes) dan Ilmu Perilaku juga turut serta. Kegiatan pendampingan dengan anak-anak di sekitar makam ini sudah berjalan sebulan lamanya.

“Promkes tidak hanya penyuluhan saja. Pendidikan dan hiburan menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang tepat untuk perkembangan anak zaman now,” ungkap Pulung Siswantara, S.KM, M.Kes., salah satu tim dosen pendamping.

Anak-anak di area makam Kapas Krampung terlihat santai dan gembira saat memperhatikan dongeng melalui panggung boneka. (Dok. Pribadi)

Selain pulung, tim dosen lain terdiri dari Riris Diana Rachmayanti, S.KM, M.Kes., dan Muthmainnah, S.KM, M.Kes,. Ketiganya saat ini sedang sedang mengembangkan media Edutaiment (Educational dan Entertaiment) dalam rangka mewujudkan generasi sehat, cerdas dan berkualitas.

Edukasi kesehatan diikuti dengan antusias. Untuk tahu berhasil tidaknya, tim juga mengadakan kuis. Anak-anak diminta maju untuk mendemokan gerakan 6 langkah CTPS. Hasilnya, sebagian besar peserta mampu memahami pentingnya cuci tangan menggunakan sabun.

Dalam pengembangannya, promkes disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. Eduksi diberikan melalui hiburan yang digemari oleh anak-anak. “Enak ya kayak gini, gak bosan bisa main2,” celoteh salah satu anak saat mendengarkan dongeng CTPS panggung boneka.

Puncak acara adalah penulisan cita-cita dari setiap anak. Tim membagikan secarik kertas dan balon. Kemudian, setiap anak diminta menulisakan mimpi dan harapan mereka di kertas. Kertas itu kemudian dililitkan di tali balon terbang.

Anak-anak terlihat sangat antusias, ada yang menulis menjadi dokter, guru, ustaz, pilot, dan masih banyak lagi. Tim peneliti menyampaikan pesan kepada anak-anak dan juga pendamping untuk terus menanamkan semangat belajar. Setelah semua anak menulis cita-cita, mereka diminta ke tengah lapangan untuk menerbangkan balon secara serentak.

Meski pengmas hari itu telah selesai, tim berencana untuk terus melanjutkan pendampingan secara rutin. Harapannya, ada kesempatan bagi anak-anak yang belum sekolah untuk mendapatkan akses pendidikan yang sama.

Semua anak yang tinggal di area makam juga mempunyai akses edukasi kesehatan. Harapannya Generasi sehat, cerdas, dan berkualitas terwujud di semua level masyarakat. Apapun latarbelakangnya. (*)

Penulis: Santi Lestiarini

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu